freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN DARAT

Pemprov Kaltara Segera Anggarkan Subsidi Angkutan yang Ada di Wilayah Perbatasan

28 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dokumentasi via kompas.com

Pemprov Kaltara kucurkan anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Rp8,62 miliar.

Kebijakan SOA barang menjadi langkah solutif menekan disparitas harga di wilayah perbatasan juga pedalaman di Provinsi Kaltara.

Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) kucurkan anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang sebesar Rp8,62 miliar diperuntukkan ke 14 titik lokasi wilayah perbatasan juga pedalaman di Kaltara.
"Tiap tahun berlanjut, dan mungkin tahun depan (2023) polanya akan kita revisi lagi, bukan lagi lelang per barang tetapi ada mekanisme lain seperti sewa/kontrak pesawat," kata Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.

Dengan SOA barang, beliau mengharapkan subsidi transportasi ini dapat menekan tingginya harga kebutuhan pokok yang ada di wilayah Perbatasan. Adapun 14 titik lokasi mendapatkan kebijakan SOA barang diantaranya Kecamatan Mentarang Hulu, Kecamatan Sungai Tubu, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Pujungan, Kecamatan Bahau Hulu dan Kecamatan Lumbis Hulu.

Lalu Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sei Menggaris, Kelurahan Sebakis, Daerah Krayan, Kecamatan Sungai Boh juga Kecamatan Kayan Hilir. "Saya minta agar barang yang sudah disubsidi angkut jangan terlalu mahal, karena untuk menekan inflasi," kata Zainal, dikutip dari Antara.

Kebijakan SOA barang menjadi langkah solutif untuk bisa menekan disparitas harga di wilayah perbatasan juga pedalaman yang ada di Provinsi Kaltara. Pada tahun 2022, Pemprov Kaltara kembali melaksanakan Program SOA barang ke wilayah perbatasan Kaltara. Hal tersebut tentu saja ditandai dengan diluncurkannya program SOA barang rute Tarakan-Krayan di Terminal VIP, Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Sabtu (24/9/2022).

"Sesuai dengan program yang kita rencanakan, kita ingin membantu masyarakat di perbatasan dan pedalaman yang jauh dari jangkauan. Kita ingin harga barang di perbatasan sama dengan harga yang ada di Tarakan atau Bulungan," katanya.

Gubernur mengatakan bahwa kepedulian ini tentu saja untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara yang wilayahnya sulit dijangkau sehingga diperlukan moda transportasi udara untuk bisa menjangkaunya.
"Pemprov Kaltara sangat peduli atas kebutuhan sembako masyarakat perbatasan, sehingga melalui APBD Kaltara, SOA barang dianggarkan untuk membantu transportasinya," pungkas Zainal.