freightsight
Minggu, 27 November 2022

REGULASI

Pemko Banjarmasin Pertanyakan Kerja Sama Pelabuhan Belum Juga Terealisasi

5 Juli 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kerja Sama Pelabuhan

Pelabuhan Banjarmasin via truckmagz.com

Belum terealisasinya rencana tersebut lantaran tempat yang dimiliki Pelindo masih cukup mengakomodir peti kemas yang masuk ke pelabuhan.

Kerja sama Pemko dan Pelindo III Banjarmasin mulai menuai tanya. Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini mempertanyakan realisasi penandatanganan memory of understanding (MoU) beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini tak terdengar lagi riuhnya.

Tidak hanya menyangkut pengembangan kawasan peti kemas saja. Tapi juga menyasar pengelolaan Pelabuhan Martapura Lama dan Trisakti.

“Kita tidak tahu perkembangan realisasi MoU kedua pihak,” kata Isnaini pada Kamis siang (30/6/2022).

Padahal, jika pengembangan terealisasi, tidak hanya sebagai pintu gerbang perekonomian di Kalsel, tapi juga sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.

“Sangat berpotensi sebagai pemasukan daerah,” ujarnya.

Jika ada kendala antara pemko maupun Pelindo III Banjarmasin, ia menyarankan agar kedua belah pihak duduk bersama untuk membicarakan. Dewan juga akan berusaha supaya rencana ini dapat terealisasi.

“Sebentar lagi ada KUA PPAS. Nanti dibicarakan di situ. Berharap program-program yang dibuat atau MoU yang ada bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Berapa luasan kawasan peti kemas yang akan dikembangkan? Isnaini juga mengaku kurang mengetahui persisnya. Menurutnya, jika memang perlu pembebasan lahan, dewan akan mendukung.

“Di situ ada sebagian lahan milik warga, sebagian lagi milik pemko,” jelasnya.

Dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kadishub Banjarmasin Slamet Begjo melalui Kasi MRL, Febry Graha, menjelaskan, belum terealisasinya rencana tersebut lantaran tempat yang dimiliki Pelindo masih cukup mengakomodir peti kemas yang masuk ke pelabuhan.

“Pelindo tidak berani memastikan kapasitas volume peti kemas yang diperlukan. Karena kawasan yang mereka miliki masih cukup,” ucapnya.

Sebab itu, menurutnya, MoU yang sudah ditandatangani Dishub dan Pelindo sampai kedaluarsa belum juga terealisasi.

Namun, rencananya Dishub akan membicarakan kembali dengan Pelindo. Tapi tidak hanya soal pengembangan kawasan peti kemas, juga permasalahan lain, seperti ketertiban bongkar muat dan parkir kendaraan.

Febry mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan desain transportasi terintegrasi untuk menyambut penumpang kapal laut ke darat.

“Penumpang tidak perlu repot lagi harus jalan kaki. Nanti kita sediakan armada,” pungkasnya.