freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pemerintah Bangun Pelabuhan Baru di Batam Demi Turunkan Biaya Logistik

27 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pemerintah

Dokumentasi via dephub.go.id

• Sebagai salah satu upaya untuk menekan biaya logistik, kini pemerintah berencana akan bangun pelabuhan baru di Batam.

• Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengatakan bahwa lokasi calon pelabuhan baru merupakan lokasi yang sangat strategis karena lokasinya berhadapan langsung dengan pelabuhan besar di Singapura.

Sebagai salah satu upaya untuk menekan biaya logistik, kini pemerintah berencana akan bangun pelabuhan baru di Batam, hal ini juga termasuk dalam upaya penataan pelabuhan di Indonesia yang lebih efisien.

Nantinya lokasi bakal pelabuhan akan dibangun di kawasan Tanjung Pinggir, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan bahwa dilakukannya pembangunan pelabuhan baru ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional yang memang masih sangat tinggi.

"Saat ini biaya logistik masih sekitar 23%, sementara di negara lain sudah rata-rata 13%. Kami menargetkan biaya logistik turun sampai 17% pada tahun 2024, kalau bisa lebih cepat,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Senin (24/1).

Ke depan juga akan dilakukan penataan pelabuhan-pelabuhan eksisting yang ada di Batam. Saat ini di Batam sendiri memang telah terdapat beberapa pelabuhan eksisting, beberapa diantaranya adalah, Pelabuhan Sekupang. Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Kabi, Pelabuhan Batam Center, serta pelabuhan Telaga Punggur.

Rencananya, pelabuhan yang terletak di Tanjung Pinggir tersebut akan sengaja dibuat menjadi green and smart port. Kemungkinannya pelabuhan baru ini juga akan lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok dan akan berintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Sedangkan untuk luasan lahan yang ada di Tanjung Pinggir sendiri adalah sebesar 94 hektare dan nantinya akan diperluas hingga 330 hektare dengan kedalaman airnya adalah sekitar 40 meter.

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengatakan bahwa lokasi calon pelabuhan baru merupakan lokasi yang sangat strategis karena lokasinya berhadapan langsung dengan pelabuhan besar di Singapura.

Mengingat pembangunan pelabuhan ini akan menggunakan skema Bussines to Bussines maka pemerintah akan memberikan kesempatan untuk pihak swasta melakukan investasi dalam pembangunannya.

“Kami regulator akan mengawal dan membuat timeline dan studi yang matang. Kita lakukan dengan tata kelola yang baik tetapi cepat. Kita harapkan sebelum 2024 pelabuhan ini sudah selesai dan sudah beroperasi,” ujar Budi Karya.