freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

TEKNOLOGI

Pemerataan Ekonomi Digital di Daerah Dipengaruhi Oleh Infrastruktur

8 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pembangunan Infrastruktur

infrastructure construction © PhotoMIX-Company via...

• Saat ini, pemerintah terus melakukan upaya untuk mendukung pemerataan ekonomi digital, bahkan hingga ke daerah pelosok.

• Investasi ekonomi digital yang hanya berpusat di daerah Jabodetabek dan Bandung menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidakmerataan.

• Faktor lain yang memengaruhi adanya ketidakmerataan ekonomi digital adalah keberadaan SDM yang menguasai IT yang hanya berpusat di beberapa daerah saja.

Saat ini, pemerintah terus melakukan upaya untuk mendukung pemerataan ekonomi digital, bahkan hingga ke daerah pelosok. Pada nyatanya Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang terbilang cukup besar. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan pembangunan infrastruktur hingga pelosok daerah.

Dalam laporan dengan judul e-Conomy Sea 2021, Google, Temasek, dan Bain, membuat proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia adalah sebesar USD 70 juta miliar, atau setara dengan Rp 997 triliun pada tahun ini. Tidak hanya itu, mereka juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 nanti nilai yang dimiliki Indonesia tersebut juga akan naik sebanyak Rp 2.080 triliun.

Di sisi lain, diketahui bahwa pada tahun lalu, nilai investasi digital di Indonesia berhasil menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN, yakni sebesar Rp 60 triliun. Hanya saja, sayangnya, sebagian besar dari hal tersebut hanya terpusat di Jabodetabek dan Kota Bandung saja.

Iskandar Simorangkir selaku Ketua Pelaksana Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Kementerian Perekonomian menyampaikan, bahwa saat ini Indonesia ada di peringkat ke 4 dalam capaian ekonomi digital per kapita, hal tersebut sebagaimana capaian yang dimiliki Indonesia, yang sebesar USD 44 miliar.

“Ini artinya, secara inklusif ekonomi digital baik per kapita maupun per daerah tidak merata. Penyebabnya infrastruktur,” kata Iskandar dalam webinar Regional Summit 2021 bertajuk Kolaborasi Tumbuhkan Ekonomi Digital di Daerah.

Melihat data yang ada pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (IP-TIK) menurut provinsi, DKI Jakarta memiliki catatan tertinggi yakni sebesar 7,27 jika di bandingkan dengan beberapa wilayah lainnya. Hal ini sejalan dengan penetrasi internet yang sebanyak 73 persen berada di Pulau Jawa.

Kemudian permasalahan lain yang memicu tidak meratanya perekonomian digital di seluruh wilayah adalah,SDM kaum milenial yang memiliki pendidikan tinggi khususnya di bidang IT kebanyakan berada di wilayah Jawa atau Jabodetabek. Dengan demikian hal tersebut menjadi penyebab mengapa perekonomian digital banyak terpusat di wilayah tersebut.

Selain itu, konsep industri 4.0 juga menjadi harapan lain dan tidak melulu bidang e-commerce saja. Harapannya konsep ini akan membuat masyarakat desa bisa menerapkan konsep ini untuk berbagai komoditi industri yang mereka jalankan, misalnya seperti perkebunan atau peternakan yang bisa dikolaborasikan dengan Internet of Things (IoT).