freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PELABUHAN

Pelaku Minta Kompensasi Biaya Terkait Sistem Pelabuhan JICT yang Terganggu

22 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via freepik

ALFI meminta operator pelabuhan dan pihak JICT supaya membebaskan semua biaya karena gangguan sistem operasi terminal.

JICT menginformasikan pihaknya akan terus melakukan percepatan perbaikan pada sistem operasional terminal peti kemas yang memang mengalami gangguan sejak Kamis lalu.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta kepada operator pelabuhan dan pihak Jakarta International Container Terminal (JICT) supaya segera membebaskan semua biaya yang timbul karena adanya gangguan sistem operasi terminal.

Ketua Umum ALFI Jakarta Adil Karim mengatakan bahwa permintaan tersebut tentu dilontarkan karena telah menerima laporan dari perusahaan anggota yang terlambat bahkan tidak bisa memproses pengiriman atau pengeluaran peti kemas melalui JICT akibat adanya gangguan sistem.

Beliau juga meminta manajemen JICT dan OP melakukan langkah darurat dengan mengalihkan layanan kapal ke terminal peti kemas lainnya seperti yang ada di TPK Koja, NPCT 1 atau terminal peti kemas lainnya yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, supaya kegiatan perdagangan ekspor impor tidak lagi terganggu.

Beliau juga meminta supaya manajemen JICT harus bisa membebaskan semua biaya yang timbul karena tidak berjalannya sistem TOS terhitung sejak sistem tersebut error hingga sistem TOS bisa beroperasi kembali. Beban biaya yang timbul antara lain yaitu barang ekspor yang terlambat naik ke kapal karena closing sehingga peti kemas harus ditumpuk di lapangan penumpukan.

"Demikian juga barang impor yang sudah SPBB tidak bisa keluar sehingga harus ditumpuk di Container Yard dan yang terkena denda SPBB," ujarnya, Sabtu (19/11/2022).

Adil di sini pun juga menjelaskan bahwa dampak gangguan sistem tersebut ini telah menimbulkan biaya-biaya lain seperti biaya detention, demurrage, inap atau penitipan peti kemas dan juga klaim dari pengirim barang dan klaim dari penerima barang yang memang nilainya tidak kecil.

Adapun PT Jakarta International Container Terminal (JICT) telah menginformasikan bahwa pihaknya juga akan terus melakukan percepatan perbaikan pada sistem operasional terminal peti kemas yang memang mengalami gangguan sejak Kamis (17/11/2022).

Sekretaris Perusahaan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Raditya Arrya di sini menjelaskan bahwa pada Jumat ini (18/11/2022) tim JICT juga sudah mulai melakukan pelayanan yang dilakukan secara online.

"Terima kasih kepada para pelanggan, stakeholders dan mitra kerja JICT atas pengertiannya selama proses perbaikan sistem operasional JICT. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan dampak yang timbul akibat gangguan pada sistem operasional JICT," jelas Raditya Arrya melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Berdasarkan dari hasil investigasi internal, penyebab dari adanya gangguan pada sistem operasional terminal JICT ini adalah salah satu serangan dari cyber.

Menurut Raditya bahwa gangguan terhadap sistem operasional terminal ini memang merupakan hal yang pertama kali terjadi sejak perusahaan mengaplikasikan sistem operasional terminal secara digital juga terintegrasi langsung menuju terminal peti kemas.

Bersamaan dengan proses perbaikan yang tekah dilakukan, tentu saja JICT di sini pun juga telah melakukan evaluasi secara menyeluruh supaya peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan. Bahkan menurutnya, JICT hingga saat ini pun juga masih meningkatkan kualitas sistem operasional terminal juga layanan pelanggan.

"Target kami adalah memastikan bahwa setiap aktivitas bongkar muat di terminal container JICT menjadi semakin aman, efisien dan memberikan manfaat yang optimal kepada pelanggan, stakeholders, mitra kerja JICT dan perekonomian nasional," tekannya