freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Otoritas Priok Gaet Stakeholders Sosialisasikan TBS di JICT

15 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via kompas.com

Teknologi digital trucking dalam bisnis jasa logistik juga mendorong kemudahan mekanisme perusahaan jasa logistik dalam memperoleh informasi secara jelas lantaran sistem dan jaringan sudah terintegrasi satu sama lain.

Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Hearing dan Sosialisasi Terminal Booking System (TBS) bersama Instansi Pemerintah, Asosiasi Trucking beserta anggotanya, dan Perusahaan Truk Pelaksana STID Non Asosiasi (Mandiri) di Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online pada Senin (14/11/2022) dalam rangka penerapan TBS di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari penerapan Single Truck Identification Data (STID) dengan pilot project TBS akan diterapkan pada PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam waktu dekat. Sebagaimana diketahui, program TBS akan segera diterapkan di Jakarta International Container (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan sebelumnya mengungkapkan secara tertulis, bahwa asosiasinya telah dimintai saran dan masukan dalam pelaksanaan TBS di JICT itu yang nantinya akan dituangkan melalui Surat Keputusan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

“Sebelum mengimplementasikan TBS di JICT, saat ini para stakeholder telah dimintai saran dan masukan terkait itu,” ujar Gemilang.

Dia menegaskan, TBS di Pelabuhan Priok Jakarta sejauh ini sudah mendapatkan dukungan penuh dari operator truk.

“Selain pihak trucking, pemilik kargo hingga operator terminal peti kemas juga menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan adanya TBS itu karena layanan logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok bisa lebih efisien,” ungkapnya.

Di sisi lain, teknologi digital trucking dalam bisnis jasa logistik juga mendorong kemudahan mekanisme perusahaan jasa logistik dalam memperoleh informasi secara jelas lantaran sistem dan jaringan sudah terintegrasi satu sama lain. Teknologi tersebut membuat jaringan pengiriman menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan mobilitas.

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko mengungkapkan, TBS akan terintegrasi melalui sistem IT Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau Terminal dengan melibatkan para pengusaha truck maupun asosiasinya di pelabuhan Priok. Adapun peran operator Tanjung Priok dalam hal ini bertugas mengawasi bagaimana penerapan sistem itu berjalan dengan akuntabel dan transparan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Kominfo saat ini sedang melakukan optimalisasi penerapan teknologi digital di setiap sektor industri untuk memaksimalkan transformasi digital yang kian masif. Transformasi rantai pasok dan logistik yang berbasis teknologi digital juga terus didorong pertumbuhannya guna meningkatkan efisiensi biaya logistik, menekan biaya administrasi dan meminimalisir biaya-biaya lainnya.

Hearing dan sosialisasi tersebut juga melibatkan para Direktur Perusahaan Anggota Asosiasi APTRINDO DKI Jakarta, Direktur Perusahaan Anggota Asosiasi Organda atau Angsuspel DKI Jakarta, Direktur Perusahaan Anggota Asosiasi Klub Logindo DKI Jakarta dan Direktur Perusahaan Truk Pelaksana STID Non Asosiasi (Mandiri).