freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Meski Terhantam Krisis Listrik Namun Nilai Ekspor Cina Tetap Melesat Naik

25 Oktober 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Shenzhen port © Chengwei Hu via Unsplash

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa waktu kebelakang Cina memang mengalami masalah krisis listrik. Namun, ternyata di luar dugaan bahwa pada September 2021 in, ternyata nilai ekspor Cina justru melesat tinggi. Tingginya nilai ekspor ini, masih membuat Cina bertahan sebagai ekspor ekonomi terbesar kedua, karena mereka berhasil mendapat dukungan permintaan global yang terbilang masih sangat solid.

Menurut catatan yang ada, ekspor Cina pada September tahun ini, berhasil meningkat sebesar 28,1% apabila dibandingkan dengan September 2020, yang mana secara total nilai ekspor tersebut adalah sebesar USD 305,74 miliar. Angka yang kami sebutkan tersebut adalah berdasarkan proyeksi para analis yang diservey Reuters, bahkan mampu mencapai 20%.

“Ekspor terus unggul dan tumbuh cepat, bahkan setelah menghilangkan dampak dari efek dasar” ujar Erin Xin, seorang ekonom Greater China di HSBC sebagaimana yang telah dikutip oleh Reuter.

Meskipun Cina adalah salah satu negara paling terdampak Covid-19, bahkan dari negara tersebutlah awal mula munculnya virus covid. Namun, meski demikian mereka berhasil melakukan pembangkitan ekonomi mereka dengan cukup cepat.

Akan tetapi, beberapa analisis menyatakan bahwa mungkin saja, beberapa waktu ke depan Cina akan mulai mengalami perlambatan pemulihan ekonomi. Hal ini karena kinerja ekspor yang kuat, berkemungkinan untuk menahan perlambatan ekonomi akibat adanya konsumsi yang terbilang lemah dari masyarakat. Selain itu, akitivitas pabrik, dan sektor properti juga diketahui terganggu.

Analisis lain juga menyebutkan, bahwa kemungkinan besar krisis listrik yang terjadi di bulan September ini, memang belum begitu berdampak pada ekspor Cina. Akan tetapi, bagaimanapun krisis listrik sudah memberikan pengaruh pada proses produksi, hal ini juga membuat biaya produksi jadi meningkat untuk produksi Cina pada beberapa bulan mendatang.

Pemicu dari krisis listrik yang terjadi di Cina ini, adalah akibat dari adanya transisi ke energi bersih, harga komoditas yang terbilang tinggi, hingga permintaan industri yang kuat, nah berbagai hal tersebut pada akhirnya membuat banyak pabrik atau perusahaan mengalami kekurangan pasokan, seperti Aple dan Tesla, sejak akhir September.