freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Mendag Sebut Nilai Ekspor Agustus Adalah yang Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Peningkatan nilai ekspor

Businessman showing business evolution © creativea...

Saat menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Konsumsi Nasional (2021), Muhammad Luthfi, selaku Menteri Perdagangan (Mendag) menyampaikan bahwa nilai ekspor yang berhasil dicapai oleh Indonesia pada Agustus tahun ini adalah capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945 lalu.

“Ekspor dan impor pada 2021 ini meski dalam konsidi COVID-19, tumbuh sangat sehat bahkan pada Agustus lalu tertinggi selama record ekspor yang ada di Indonesia sejak Merdeka,” ungkap Luthfi, Kamis (28/10/2021).

Menurut Luthfi, harga komoditas dasar yang naik adalah salah satu faktor besar yang mendukung naiknya nilai ekspor, yang pada akhirnya berhasil tumbuh dengan angka fantastis, yakni sebesar 40 persen.

“Ini bukan karena Mendagnya tetapi karena harga komoditas dasar sudah naik berlipat ganda. Ini mesti kita jaga dengan policy-policy yang baik,” ujarnya.

Akan tetapi memang harus diakui bahwa harga komoditas pokok dasar yang naik memang bukan satu-satunya faktor. Fenomena perang dagang yang terjadi antara China vs Amerika tentunya juga memberikan dorongan tingginya permintaan ekspor dari RI yang meningkat.

“Ini harus kita syukuri, tugas Kemendag memang bukan mudah, ketika harga naik Mendag disalahkan, harga turun Mendag juga di telpon,” tuturnya.

Dari catatan milik Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa nilai ekspor di Agustus 2021 mengalami kenaikan sebesar 20,95 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Lalu jika dibandingkan dengan periode sebelumnya atau year on year (yoy) maka nilai ekspor pada Agustus ini terlihat naik dengan fantastis sebanyak 64,51 persen dengan nilai USD 21,42 miliar.

Namun, ia juga menyampaikan bahwa tingginya kondisi ekspor yang saat ini ada, tentunya juga harus diikuti dengan tingkat konsumsi. Dari catatan ekonomi RI diketahui bahwa tahun 2020 mendapatkan nilai sebesar 58,55 persen.

Lalu, pada kuartal II tahun ini, ada sebesar 5,9 persen pertumbuhan untuk konsumsi di Indonesia. Sayangnya, hal ini akhirnya turun ketika Indonesia dihantam badai Covid gelombang ke 2.

"Tetapi gelombang 2 turun luar biasa. Hari ini sudah naik lagi 18 poin menjadi 95% artinya konsumen sudah mempunyai daya beli yang luar biasa dan mereka percaya untuk mengkonsumsi barang-barang lagi. Dengan konsumsi yang baik dan kepercayaan barang RI maka pertumbuhan ekonomi kita semakin baik," pungkasnya.