freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Membangun Indonesia Timur Melalui Infrastruktur Tol Berkelanjutan

2 Desember 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via ekonomi.bisnis.com

Hilir mudik kendaraan mengakses tol AP Pettarani di pertengahan November 2022.

Tol AP Pettarani diketahui saling terhubung dengan tol section I, II, dan IV.

Hilir mudik kendaraan tidak pernah putus mengakses jalan tol AP Pettarani di pertengahan November 2022. Mulai dari roda empat hingga kendaraan raksasa pengangkut logistik silih berganti melintas. Infrastruktur berumur tujuh bulan tersebut menjadi primadona karena memiliki efek berganda.

Bukan hanya mengurai kemacetan di pusat kawasan bisnis, jalan tol persembahan Nusantara Infrastructure itu mendukung akselerasi ekonomi, terutama arus logistik di Provinsi Sulsel, khususnya Kota Makassar dan sekitarnya. Infrastruktur tol yang masuk section III itu bahkan menjadi ikon baru Kota Daeng-julukan Makassar.

Tol AP Pettarani diketahui saling terhubung dengan tol section I, II, dan IV. Tahun depan hadir akses jalan tol dari dan ke Makassar New Port (MNP), dipastikan memperkuat konektivitas dari pusat produksi dan distribusi. Semua itu membuat posisi Sulsel sebagai gerbang Indonesia Timur vital mendorong pembangunan dan perekonomian wilayah.

Pengakuan Sulsel sebagai hub Indonesia Timur bukan semata lantaran pertimbangan geografis. Sulsel memiliki pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur pesat. Di sektor jalan tol, kontribusi Nusantara Infrastructure tidak bisa dipungkiri menunjang akselerasi pembangunan dan perekonomian Indonesia Timur.

Operator dari empat seksi jalan tol di Makassar merupakan bagian dari Nusantara Infrastructure. Masing-masing untuk section I, II dan III di bawah kendali PT Makassar Metro Network (MMN)-dulu PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Adapun section IV dioperatori PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE). Kedua perusahaan itu di bawah PT Marga Utama Nusantara merupakan anak entitas Nusantara Infrastructure.

Direktur Utama JTSE sekaligus Direktur PT MMN, Ismail Malliungan, mengungkapkan kehadiran jalan tol di Kota Makassar membawa dampak positif pembangunan dan perekonomian. Efeknya bukan cuma di kota metropolitan, tapi provinsi bahkan Indonesia Timur, khususnya mendukung arus logistik maupun ekspor.

Ismail menyebut tol AP Pettarani mampu mengurai kemacetan di tengah kota, sekaligus meningkatkan efisiensi arus logistik. Selanjutnya, tol MNP ditargetkan rampung Juli 2023, diproyeksikan mendukung akselerasi ekspor daerah, baik Makassar maupun Indonesia Timur. Toh, MNP melayani direct export atau ekspor langsung untuk daerah lingkup Indonesia Timur.

Tol MNP diketahui masih proses pengerjaan. Proyek dengan biaya investasi Rp705 miliar dikerjakan Februari lalu dan ditarget rampung Juli tahun depan. Ismail bilang progres pembangunan hingga pekan keempat November mencapai 32,15%. Pihaknya optimistis tol sepanjang 3,2 kilometer rampung tepat waktu, meski dihadapkan dengan masalah pembebasan lahan.

Dalam dua proyek jalan tol terakhir di Makassar, Ismail menyebut pihaknya menerapkan teknologi mutakhir. Bahkan, mutu bahan tol MNP dibuat lebih tinggi guna memastikan bangunan tahan korosi, mengingat lokasinya berada di dekat pantai. Dalam setiap proyek, ia menekankan pihaknya selalu mempertimbangkan aspek lingkungan, dimana dilakukan penataan drainase dan ruang terbuka hijau untuk pengendalian banjir.