freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Krisis Kontainer Makin Parah Korsel dan China Juga Kena Imbas

30 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kontainer kapal

Shipping Containers © bobrov69 via Pixabay

• Tidak bisa dipungkiri bahwa selama pandemi covid, rantai pasok barang mengalami gangguan, termasuk diantaranya adalah jasa pengiriman barang antar negara.

• Kontainer sangat kekurangan, kemarin saya rapat dengan Dubes Korea Selatan untuk pertama kali Korea Korea kekurangan untuk UREA Industri minta kita ekspor ke sana.

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama pandemi covid, rantai pasok barang mengalami gangguan, termasuk diantaranya adalah jasa pengiriman barang antar negara. Hal ini pada akhirnya menyebabkan adanya kelangkaan kontainer, dan kenaikan harga biaya kontainer dalam pelayaran. Hal ini tentu saja menjadi sebuah krisis untuk banyak negara.

Ada cukup banyak negara yang terkena dampak krisis kontainer ini, termasuk diantaranya adalah korsel, cina, dan Indonesia. Bahkan presiden Indonesia, Joko widodo sempat memperhatikan hal ini dengan cukup serius.

Erick thohir selaku menteri bumn juga sempat menyinggung mengenai permasalahan rantai pasok global, yang mana akan menjadi tantangan utama untuk Indonesia ke depannya.salah satu yang menjadi permasalahan cukup serius dan menjadi perhatian khusus adalah adanya fenomena kelangkaan kontainer.

Fenomena langkanya kontainer bisa sampai terjadi karena adanya tidak seimbangan perdagangan dunia. jadwal kapal yang semakin sedikit menyebabkan harga pengiriman kargo dan freight juga terus melonjak drastis. Hal ini membuat banyak negara pada akhirnya mengalami kendala pasokan bahan baku.

"Kontainer sangat kekurangan, kemarin saya rapat dengan Dubes Korea Selatan untuk pertama kali Korea Korea kekurangan untuk UREA Industri minta kita ekspor ke sana. Kebijakan perdagangan global disampaikan presiden waktu G20 supply chain ini mempengaruhi, sehingga kita diminta kirim raw material sebanyak-banyaknya," kata Erick dalam webinar Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia di Era Disrupsi, Selasa, (23/11/2021).

Dari berita yang diterbitkan oleh Bloomberg diketahui bahwa, baru-baru ini China mulai memberlakukan aturan baru karantina wajib selama 7 pekan bagi para pelaut China yang baru kembali. Tidak hanya itu, China juga melakukan pelarangan perubahan awak untuk pelaut asing.

Hal ini tentunya memberikan dampak yang cukup besar untuk dunia pelayaran dan pengapalan. Sehingga tidak heran jika banyak pengusaha ekspedisi memberikan keluhan.

"Pembatasan China menyebabkan efek langsung," kata Sekretaris Jenderal Kamar Perkapalan Internasional, Guy Platten, yang mewakili pemilik kapal dan operator.