freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

EKSPOR

Kembangkan Desa Devisa, LPEI Berkolaborasi dengan Kemenperin Dorong Ekspor Berkelanjutan

30 Mei 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor

Desa Devisa via kemenprin.go.id

Sebagai informasi, nilai ekspor berbagai komoditas Kabupaten Purbalingga tahun 2021 mencapai Rp 3,496 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 50,47% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 2,319 triliun.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meneken kerjasama kesepakatan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Program Desa Devisa untuk mengembangkan ekosistem ekspor yang tangguh dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini merupakan program strategis dalam meningkatkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor dalam menghadapi pasar global. Sekaligus meresmikan Desa Devisa Klaster Gula Semut di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (30/5/2022).

Penandatanganan dilakukan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rijani Tirtoso, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka, Reni Yanita, yang disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mohammad Rudy Salahuddin, serta turut dihadiri Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso mengucapkan selamat kepada Bupati Purbalingga atas terpilihnya Kota Purbalingga menjadi Desa Devisa yang akan dikembangkan bersama, dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan LPEI yang didukung oleh Kemenko Perekonomian serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Jadi, ini luar biasa Ibu Bupati. Bukan hanya satu kementerian tetapi juga ada sejumlah kementerian lain yang juga menjadikan Kabupaten Purbalingga sebagai salah satu Desa Devisa yang kita kembangkan,” kata Rijani.

Sebelumnya, Purbalingga memang sudah banyak menghasilkan produk ekspor terkenal dunia, salah satunya adalah produk rambut dan bulu mata palsu.

Rijani berharap, ke depannya program Desa Devisa ini bisa mengantarkan Gula Semut menjadi produk berikutnya yang diekspor.
“Sebagai wujud nyata yang ingin menjadi Desa Devisa, tentunya ini menjadi tonggak pertama yang penting. Namun kita juga harus memperhatikan sustainability-nya, kita juga dalam konteks produksi, dalam kontekstualitas dan keberlangsungannya sehingga bisa betul-betul mempunyai nama yang baik di pasar dunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, nilai espor berbagai komoditas Kabupaten Purbalingga tahun 2021 mencapai Rp 3,496 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 50,47% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 2,319 triliun.