freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

DPRD Bengkulu Mau Tol Betungan – Taba Penanjung Diteruskan ke Linggau

10 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Tol Bengkulu

Pembangunan tol bengkulu via rri.co.id

• Baru-baru ini tahap pertama pembangunan Jalan Tol Bengkulu – Lubuk baru saja selesai, dengan kepanjangan 17,6 KM.

• Dia juga mengatakan bahwa kekhawatiran yang dimiliki oleh DPRD adalah, molornya waktu pembangunan jalan tol ini. Ditakutkan proyek tidak selesai pada tahun 2024, sedangkan jika itu terjadi belum tentu ada jaminan nantinya pemerintah pusat akan mau kembali menindaklanjuti.

Baru-baru ini tahap pertama pembangunan Jalan Tol Bengkulu – Lubuk baru saja selesai, dengan kepanjangan 17,6 KM, dari Betungan ke Taba Penanjung. Moch Gustiadi selaku Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu ingin agar pembangunan dilanjutkan hingga ke Lubuk Linggau.

“Jadi, setelah selesai pembangunan Tol kita tahap pertama ini, Betungan-Taba Penanjung, maka itu wajib dilanjutkan Taba Penanjung-Kepahiang, Kepahiang-Lubuk Linggau. Sebab, jika pembangunannya terhenti hanya sebatas Betungan-Taba Penanjung, maka tidak akan ada manfaatnya. Kalau hanya Kota Bengkulu-Taba Penanjung, masyarakat tidak butuh Tol. Bahkan jika pembangunannya tidak dilanjutkan, maka Jalan Tol yang sudah rampung tahap pertama itu hanya akan mubazir. Dan ini bakal jadi ajang arena balap anak muda saja,” ungkap Moch Gustiadi yang akrab disapa Edi Tiger pada (27/12).

Dia juga menjelaskan bahwa, apabila pembangunan hanya dilakukan dari Betungan ke Taba Penanjung, maka kemungkinan justru akan lebih besar pengeluarannya, ketimbang pemasukannya.

“Sebab siapa yang mau lewat Tol kalau hanya sebatas Taba Penanjung,” jelasnya.

“Kemarin sudah saya sampaikan. Dan untuk lanjutan pembangunan Tol Bengkulu, Taba Penanjung – Kepahiang, itu nanti bagaimana teknisnya. Apakah akan membuat terowongan atau jembatan. Kami tetap berharap pembangunannya berlanjut. Dan apakah nanti terowongan atau berbentuk jembatan Flyover, silahkan bagaimana baiknya. Karena yang akan dibangun ini nanti tentu dengan manfaat pemakaian yang lama hingga bertahun-tahun. Jangan sampai setelah dibangun baru dua atau tiga tahun sudah ambruk terowongannya. Karena medan bukit yang harus ditembus untuk Tol Taba Penanjung-Kepahiang.”

Dia juga mengatakan bahwa kekhawatiran yang dimiliki oleh DPRD adalah, molornya waktu pembangunan jalan tol ini. Ditakutkan proyek tidak selesai pada tahun 2024, sedangkan jika itu terjadi belum tentu ada jaminan nantinya pemerintah pusat akan mau kembali menindaklanjuti.