freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

INFO INDUSTRI

China Tentang Saksi Impor Migas AS yang Tidak Membawa Perdamaian Dunia

15 Maret 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

China dan AS

Ilustrasi China vs AS via Shutterstock

• Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhau Lijian menganggap pemutusan ekspor minyak dan gas (migas) dari Rusia akan memantik polemik ekonomi yang berdampak parah pada semua pihak.

“China sangat menentang sanksi sepihak yang dilakukan negara-negara Barat terhadap Rusia, terutama putusan yang tidak berdasarkan hukum internasional. Menjatuhkan sanksi tidak akan menjamin perdamaian dan keamanan dunia. Hal itu hanya akan menimbulkan masalah ekonomi yang serius dan ancaman kualitas negara yang bersangkutan,” Lijian memperingatkan, seperti dilansir dalam TASS pada 10 Maret 2022.

“Dalam situasi ini, tidak ada pemenang, semua orang kalah. Adanya sanksi hanya akan meningkatkan konfrontasi dan perpecahan,” sambungnya.

“Kerja sama China dan Rusia di sektor energi terjaga stabil. Kami akan terus mengupayakan interaksi perdagangan yang normal dan menjunjung prinsip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan. Adapun imbas sanksi ini menyangkut sektor migas,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping menyuarakan penentangan sanksi terhadap Rusia oleh Eropa atas serangannya terhadap Ukraina selama pertemuan puncak video trilateral bersama presiden Prancis dan Jerman.

“Sanksi Barat hanya akan mengganggu stabilitas keuangan global, pasokan energi, transportasi, dan menyeret ekonomi dunia yang tengah terpukul akibat pandemi,” kata Presiden Xi seperti dikutip dalam Presiden Macron dan Kanselir Scholz oleh China Central Television.

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengumumkan larangan impor minyak Rusia dan energi lainnya ke seluruh dunia. Pengumuman ini diberitakan pada Selasa lalu sebagai sanksi dan balasan atas invasi yang dilakukan ke Ukraina. Langkah ini juga menyoroti dukungan kuat bipartisan yang ia akui akan meningkatkan harga energi AS.

“Kami melarang semua bentuk impor energi migas Rusia,” tutur Biden kepada media di Gedung Putih, mengutip dari Reuters.
“Itu menandakan minyak Rusia tidak akan diterima lagi di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan melemparkan pukulan hebat lainnya ke mesin perang Rusia,” sambung Biden.

Merespon hal tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan untuk memberlakukan larangan impor dan ekspor produk dan bahan mentah dari Rusia sepanjang 2022 dengan daftar produk yang akan ditentukan menyusul. Menurut Dekrit yang ditandatangani dengan langkah ekonomi asing khusus, tindakan ini bertujuan untuk menjamin keamanan Rusia.

"Pastikan penerapan langkah-langkah ekonomi khusus berikut hingga 31 Desember 2022: larangan ekspor dan impor produk dan/atau bahan mentah sesuai dengan daftar yang akan ditentukan oleh pemerintah Federasi Rusia," kata dokumen itu, menambahkan bahwa daftar akan menentukan barang, yang ekspor dan impornya akan dibatasi.

“Pastikan penerapan langkah-langkah ekonomi khusus tersebut berlaku hingga 31 Desember 2022: larangan ekspor dan impor produk dan atau bahan mentah sesuai daftar yang telah ditentukan pemerintah Federasi Rusia,” tertulis dalam dokumen itu, menambah daftar barang akan menentukan produk yang ekspor dan impornya dibatasi.