freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Buktikan Dukungan, Bea Cukai Akan Fasilitasi Impor Mesin Pembangunan PLSa

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Daur ulang sampah

Front View Individual Holding Recycle Produts via ...

Saat ini Surakarta sedang sibuk menggarap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek ini dipegang oleh PT Solo Citra Metro Plasma Tower. Untuk mendukung proyek tersebut, Bea Cukai Tanjung Emas, menyatakan siap untuk memberikan fasilitas impor.

“Pemberian fasilitas ini sebagai bentuk dukungan bea cukai tanjung emas dalam rangka efisiensi waktu dan biaya guna mendukung pembangunan PLTSa tersebut,” ujar, Anton Marti, selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, di Solo, Senin.

Dalam pernyataannya ia menyampaikan harapan agar nantinya proyek ini bisa menjadi percontohan pengolahan sampah menjadi energi yang berkelanjutan, dan ramah lingkungan untuk Indonesia. Terlebih, jumlah sampah yang dihasilkan oleh kota Solo sendiri terbilang cukup banyak, yakni sekitar 220-250 ton setiap harinya, dengan asumsi akan terjadi kenaikan sebanyak 5% setiap tahun.

Ia juga menyampaikan bahwa fasilitas impor yang akan diberikan tersebut memang sejalan dengan peraturan menteri keuangan nomor 167/PMK.04/2015 tentang penundaan pembayaran bea masuk dalam rangka pengeluaran impor untuk dipakai dengan jaminan peraturan menteri keuangan nomor 108/PMK.04/2020 tentang pembongkaran dan penimbunan barang impor.

Tidak hanya itu, pihak bea cukai juga menyatakan bahwa merela akan memberikan fasilitas penundaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Mereka tentunya juga memberikan izin untuk penimbunan dan pemeriksaan fisik mesin-mesin yang memang dibutuhkan.

Di sisi lain, Gibran Rakabuming menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh bea cukai.
“Target pembangunan PLTSa ini selesai tahun 2022, terima kasih atas dukungan dan bantuan. Insha Allah kalau PLTSa ini sudah running, permasalahan (sampah) ini segera terselesaikan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa PLTSa solo akan memanfaatkan komposisi sampah yang telah terakumulasi di TPA Putri Cempo.

“Dengan menggunakan incineraor, energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran, sampah tersebut untuk menggerakan generator yang kemudian bisa menghasilkan listrik. Kapasitas listrik yang akan dihasilkan pada tahap pembangunan pertama PLTSa Surakarta 8MW dan sebagian produksi akan digunakan sendiri hingga disalurkan melalui PLN sebanyak 5 MW.” lanjutnya.