freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

PELABUHAN

Bukan Cuma CPO, Pelabuhan Anyar di Mukomuko Fokuskan Pengembangan Banyak Komoditas

21 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan Anyar via Pelindo

Pelabuhan yang akan dibangun tidak hanya fokus untuk pengiriman CPO, namun juga dirancang untuk pengembangan komoditi lain.

Pelabuhan crude palm oil (CPO) yang bakal dibangun di Mukomuko, tidak hanya mampu memuat hasil produksi CPO dari pabrik kelapa sawit (PKS) yang sudah ada sekarang.

Tapi juga dirancang untuk menampung dan memuat produksi CPO dari PKS – PKS baru, yang dibangun beberapa tahun ke depan.

Yang terbaru, tengah dirampungkan desain pelabuhan CPO, yang berlokasi di Teramang Jaya. Pelabuhan tersebut nantinya dikelola oleh perusahaan PT Mukomuko Terminal Indonesia (MTI).

Pelabuhan yang dirancang bisa bersandar kapal berkapasitas 3.500 ton itu dari bibir pantai akan dibangun bangunan menjorok ke lautan sepanjang 640 meter.

Lebih lanjut, direncanakan pembangunan titik lokasi stok file cangkang yang mampu menampung hingga 5 ribu ton.

Kemudian terdapat delapan tangki timbun dengan kapasitas tampung sampai 2 ribu kiloliter. Disiapkan pula lokasi untuk penambahan 6 tangki timbun baru.

"Pelabuhan akan mampu menampung jika ada PKS baru. Kita sekarangkan ada 11 PKS. Tidak tahu ke depan, ada investor baru membangun PKS di Mukomuko. Masih bisa diakomodir di pelabuhan ini untuk pengiriman CPO-nya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penananam Modal, Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja Mukomuko, Juni Kurnia Diana, S.AP.

Ia memastikan, pelabuhan yang akan dibangun tidak hanya fokus untuk pengiriman CPO, namun juga dirancang untuk pengembangan komoditi lain. Seperti bisa bongkar muat cangkang dan kernel buah kelapa sawit serta komiditi lainnya.

"Untuk tahap pertama, CPO dulu yang akan dibuka. Pengembangan nanti sampai komiditi lain. Sudah dirancang kedepan di area pelabuhan ini bisa dikembangkan untuk yang lain,” kata Juni.

Ia menambahkan, akan ada banyak manfaat pada masyarakat Mukomuko jika pelabuhan itu terwujud dan beroperasi. Diyakini, pembangunan ini dapat menekan biaya operasional perusahaan yang bergerak di industri kepala sawit.

Kemudian diharapkan bisa menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Karena adanya pemangkasan biaya operasional, khususnya untuk pengangkutan CPO dari PKS di tempat pembeli CPO hasil produksi dari Kabupaten Mukomuko.

"Terus manfaat lain akan dirasakan masyarakat, usaha-usaha transportasi di daerah ini bisa mengambil manfaat di situ. Membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah,” pungkasnya.