freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

BI Nilai Sektor Impor Akan Bantu Pertumbuhan Ekonomi Pada Kuartal IV 2021

23 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Sektor kontainer logistik

Container Ship © Michael Dziedzic via Unsplash

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-202, terjadi karena adanya dukungan belanja fiskal oleh pemerintah, terutama untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan mengalami peningkatan yang lebih tinggi lagi pada tahun 2022.

Bank Indonesia memberikan proyeksi tentang peningkatan kinerja ekspor yang akan semakin membaik, seiring dengan membaiknya permintaan global yang kini bisa dijangkau oleh Indonesia. Hal ini juga akan membantu perekonomian bisa tumbuh secara positif pada kuartal IV 2021.

"Kinerja ekonomi diperkirakan meningkat pada kuartal IV-2021, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter IGP Wira Kusuma dalam pelatihan wartawan BI di Surabaya, Sabtu (20/11).

Ia juga memastikan bahwa kenaikan ekspor bisa terjadi seiring dengan mulai membaiknya mobilitas masyarakat, penjualan enceran, dan ekspektasi konsumen maupun PMI manufaktur pada bulan November 2021 ini.

Tidak hanya itu, ada pula pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-202, juga terjadi karena adanya dukungan belanja fiskal oleh pemerintah, terutama untuk program pemulihan ekonomi nasional, yang mana hal ini juga memberikan dampak untuk memperbaiki konsumsi dan investasi.

Pada kesempatan yang sama, Sunarsip selaku ekonom senior juga menambahkan bahwa sektor domestik seperti konsumsi rumah tangga, serta investasi juga akan menjadi sumber pertumbuhan baru sampai tahun 2022 nanti.

Ia juga melanjutkan bahwa penguatan ekonomi dalam negeri juga dilakukan karena dukungan fiskal kepada sektor ekonomi yang mempunyai multipilier effect, seperti contohnya perumahan, industri pengolahan, pariwisata, bahkan juga pertanian.

"Sektor pariwisata yang paling lambat tumbuh bisa jadi game changer untuk sumber pertumbuhan di 2021, termasuk pertanian yang selama ini tidak terkontraksi selama pandemi," katanya.

Ia juga melanjutkan, bahwa efektifitas dari kebijakan makroprudensial dan mikroprudensial adalah untuk mendorong terjadinya tranmisi kebijakan moneter ke kredit perbankan. Hal tersebut juga perlu didukung dengan mendorong investasi.

"Respon dunia usaha terhadap turunnya suku bunga kredit masih rendah, yang tercermin dari rendahnya pertumbuhan kredit perbankan dan menahan laju inflasi," kata Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence.

Pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan masih akan mengalami peningkatan yang lebih tinggi lagi pada tahun 2022, hal ini karena didorong juga dengan adanya mobilitas yang terus meningkat pada tahun ini, dan sejalan dengan akselerasi vaksinasi, stimulus kebijakan lebih lanjut, dan juga pembukaan sektor-sektor ekonomi.