freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Bea Cukai Kerjasama Dengan Pihak Dalam dan Luar Negeri Untuk Optimalkan Penerimaan dan Pengawasan

7 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Bea cukai ekonomi

Port © via Pixabay

• Demi bisa optimalkan potensi penerimaan, pengawasan, pengelolaan ekonomi, Bea Cukai terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik untuk yang ada di dalam negeri maupun yang di luar negeri.

• Sedangkan untuk bisa mendorong ekonomi di Bandung, maka perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat juga menerima kunjungan dari pihak Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Demi bisa optimalkan potensi penerimaan, pengawasan, pengelolaan ekonomi, Bea Cukai terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik untuk yang ada di dalam negeri maupun yang di luar negeri. Salah satu sinergi yang dilakukan oleh Bea Cukai antara lain di Palangkaraya, Aceh, Bali, dan Bandung.

“Berbagai sinergi baik dalam dan luar negeri adalah upaya kami dalam mengoptimalkan kinerja. Kita terus fokus, baik dalam peningkatan pengawasan, penerimaan, atau dalam pelayanan,” ujar Tubagus Firman Hermasjah, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Untuk bisa melakukan optimalisasi bidang pengawasan di Aceh, maka pihak Bea Cukai Langsa langsung menerima kunjungan dari Atase Kastam Kedutaan Besar Malaysia, Mohd Syukuri Ahmad, pada Jumat (26/11). Tujuan dari dilakukannya kunjungan bilateral ini adalah agar bisa memperkuat hubungan bilateral antara Bea Cukai Indonesia dan Kastam Malaysia. Firman juga menyampaikan bahwa terkait kunjungan ini ada ikatan erat antara Aceh dan Malaysia, utamanya adalah untuk bidang ekonomi, budaya, serta bahaya.

“Kunjungan ini adalah salah satu kegiatan dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan bilateral Malaysia-Indonesia dalam bidang kepabeanan," ujarnya.

Kemudian, di Palangkaraya, pihak Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan juga melakukan kunjungan ke kantor kejaksaan tinggi Kalimantan Tengah pada Rabu 24/11 di kunjungan tersebut, kanwil Bea Cukai Kalbagsel juga didampingi oleh perwakilan dari kantor Bea Cukai Palangkaraya.

“Kami akan terus mempererat hubungan baik dengan APH lain. Selain itu, dalam rangka koordinasi kami akan memperkokoh sinergi dua instansi dalam menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat, yakni terkait fungsi pengawasan di wilayah Kanwil Bea Cukai Kalbagsel,” jelas Firman.

Sedangkan untuk bisa mendorong ekonomi di Bandung, maka perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat juga menerima kunjungan dari pihak Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Dalam kesempatan yang sama, Firman juga menyampaikan bahwa audiensi ME KNEKS ke kantor perwakilan Kemenkeu Provinsi Jabar ini, adalah demi melakukan sosialisasi KENKES dan juga menggali potensi kerjasama.

“KNEKS adalah Lembaga Non Struktural yang dibentuk untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional. KNEKS sendiri dipimpin oleh Presiden selaku Ketua dan Wakil Presiden selaku Wakil Ketua/Ketua Harian,” jelasnya.

“Pada level Nasional, pengumpulan pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai sangat luar biasa meski di tengah kondisi pandemik. Hingga Oktober 2021, realisasi penerimaan negara sudah melampaui target APBN 2021. Kami berterimakasih kepada Bea Cukai dan Pajak yang telah bekerjasama, dan melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing demi sehatnya APBN kita,” ucap Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.