freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN UDARA

Bandara Soetta Harus Punya Kargo Khusus E-commerce demi Tingkatkan Daya Saing Global

9 Desember 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via unsplash

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta perlu dilakukan masif guna meningkatkan daya saing bandara terbesar di Indonesia di tingkat global.

Pemulihan sektor kargo di Bandara Soekarno-Hatta terjadi lebih cepat di mana 2022 volume angkutan kargo diperkirakan mencapai 555.000 - 600.000 ton atau 97% dari kondisi 2019 sebelum pandemi.

Pengembangan yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta penting dan perlu dilakukan masif guna meningkatkan daya saing bandara terbesar di Indonesia di tingkat global. Hal ini mengemuka di dalam Talkshow Polemik MNC Trijaya “Urgensi Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta” 7 Desember 2022 menghadirkan sejumlah narasumber Pengamat Penerbangan Alvin Lie, Pengamat Penerbangan Arista Indonesia Aviation Center Arista Atmadjati, Sekjen Asperindo Trian Yuserna Udaryanta dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Bandara Soekarno-Hatta diperkuat tiga terminal penumpang (Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3) dengan total kapasitas sekitar 43 juta penumpang/tahun dan terminal kargo berkapasitas 600.000 ton/tahun. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta sudah berjalan dengan sangat baik.

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta urgen dilakukan masif dan cepat mengakomodir pertumbuhan penumpang ke depannya. PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta memproyeksikan pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar 80 juta penumpang pada 2030 dan terus tumbuh hingga pada 2035 mencapai 100 juta penumpang.

Muhammad Awaluddin menuturkan pertumbuhan penumpang dipicu pertumbuhan populasi traveller, dalam artian warga yang tergolong beliau maka pada 10-20 tahun ke depan memiliki keinginan untuk bepergian. Alvin Lie mengatakan jelas kapasitas saat ini sekitar 43 juta penumpang/tahun harus ditingkatkan. Selain mengantisipasi pertumbuhan penumpang, pengembangan harus mencakup infrastruktur untuk logistik.

Di tengah pandemi, pemulihan sektor kargo di Bandara Soekarno-Hatta terjadi lebih cepat di mana 2022 volume angkutan kargo diperkirakan mencapai 555.000 - 600.000 ton atau 97% dari kondisi 2019 sebelum pandemi. Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Aseperindo) Trian Yuserna mengatakan Bandara Soekarno-Hatta perlu pergudangan kargo khusus untuk e-commerce.

Beliau menuturkan Bandara Soekarno-Hatta harus menjadi hub pergudangan kargo untuk e-commerce di kawasan Asia Tenggara, di mana hub ada di negara lain. Pengamat Penerbangan Arista Atmadji menuturkan pengembangan harus dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta harus fokus pelayanan termasuk baik di sisi darat maupun sisi udara.

Muhammad Awaluddin menuturkan AP II memiliki rencana pengembangan kapasitas (capacity planning) guna mengantisipasi backlog baik sektor angkutan penumpang atau kargo di Bandara Soekarno-Hatta, di antaranya pembangunan Terminal 4 dan Cargo Village.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan AP II akan membangun kawasan Cargo Village yang salah satunya untuk mengakomodir sektor e-commerce. Muhammad Awaluddin menuturkan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta tentu memang harus mencakup aksesibilitas. Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta ini tentu memang sangat urgen apalagi dilakukan secara masif dan cepat, serta membutuhkan dukungan bagi semua pihak.

"Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi kota mandiri atau aerocity yang lengkap pada 10-20 tahun ke depan dan akan menjadi destination point, di mana juga akan memunculkan isu aksesibilitas. Bandara sebagai aerocity harus perlu ditata dengan baik. Saat ini saja komunitas pekerja di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 50.000 - 60.000 per hari ditambah dengan penumpang yang sebelum pandemi mencapai 160.000 - 190.000 per hari, karena bandara ini beroperasi 24 jam, denyut nadi kehidupan tidak berhenti di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Muhammad Awaluddin.