freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Astra Infira Tol dan Korlantas Akan Tindak Truk ODOL di Tol Tangerang Merak

27 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Truk senja jari

Truck © Vladimir_Fayl via Pixabay

• Astra Infra Tol Tangerang melakukan kerjasama dengan Korlantas Polri untuk melakukan tindakan pada truk ODOL.

• Adhir Resza menyampaikan bahwa penertiban kendaraan ODOL, adalah satu upaya yang dilakukan oleh Astra Infra tol demi meningkatkan pelayanan dan juga menjaga keselamatan para pengguna jalan tol.

Astra Infra Tol Tangerang melakukan kerjasama dengan Korlantas Polri untuk melakukan tindakan pada truk ODOL. Pernyataan tersebut sebagaimana dikatakan oleh Adhie Resza selaku Direktur Astra Tol Tangerang Merak, ketika melakukan kampanye STOP Over Dimensi Over Load (ODOL) di kawasan rest area KM 68 tol anggrek – merak, rabu (24/11/21).

"Kami bersama Polri dan Dinas Perhubungan akan menindak kendaraan ODOL yang melintas di jalan Tol Tangerang-Merak. Kendaraan ODOL memberikan dampak negatif, diantaranya mengakibatkan kerusakan jalan dan kecelakaan lalulintas," ungkap Adhie Resza dalam sambutannya.

Krist Ade Sudiyono selaku Presiden Direktur Astra juga hadir dalam program kampanye Stop Odol. Selian itu, hadir pula kasat PJR Polda Banten Kompol Kamarul Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Kepala BPTK, KA Induk PJR Korlantas AKP Wiranto dan pengurus Aptrindo Banten.

Adhir Resza menyampaikan bahwa penertiban kendaraan ODOL, adalah satu upaya yang dilakukan oleh Astra Infra tol demi meningkatkan pelayanan dan juga menjaga keselamatan para pengguna jalan tol yang menjadi urat nadi trans Jawa - Sumatera.

"Selain keselamatan, penertiban kendaraan ODOL juga kita yakini dapat mendongkrak bisnis pengangkutan barang hasil industri di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya," ujarnya.

Adhie Resza juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, telah terjadi pertumbuhan trafik sebanyak 10 persen di tol Tangerang – Merak, selain itu ada pula pertumbuhan kendaraan angkutan barang (kab) sebesar 10 persen dengan 5,5 persennya adalah kendaraan ODOL.

"Hal ini bisa kita gambarkan tingkat kepatuhan KAB di jalan tol masih sangat rendah. Oleh karena itu program pengendalian ODOL ini menerapkan prinsip 3E, Education, Engineering dan Enforcement," tutur Resza.

Ia menjelaskan bahwa penerapan edukasi telah dilakukan melalui pesan-pesan animasi di media sosial serta platform VMS, kampanye keselamatan, serta penambahan sensor wight in mention (wim) di gerbang tol.