freightsight
Jumat, 1 Maret 2024

INFO INDUSTRI

Aptrindo Semarang Keluhkan Kerusakan Jalan Hambat Arus Logistik di Tanjung Emas

14 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via isg

Aptrindo di Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah mengeluhkan kerusakan infrastruktur jalan yang parah di kawasan CIPTA yang merupakan area atau fasilitas depo dan pergudangan sebagai penopang logistik dan penyangga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pelaku usaha trucking di Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah mengeluhkan kerusakan infrastruktur jalan yang parah di kawasan CIPTA yang merupakan area atau fasilitas depo dan pergudangan sebagai penopang logistik dan penyangga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Semarang, Supriyono mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung lama bahkan sudah lebih dari empat tahun terakhir lantaran kondisi jalan di kawasan CIPTA rusak berat dan berlubang parah sehingga banyak trucking yang alami kerusakan saat melintas.

“Bukan cuma itu, kondisi tersebut juga menimbulkan kemacetan parah didalam kawasan bahkan hingga keluar kawasan atau ke jalan raya umum sehingga mengganggu aktivitas publik dan lainnya,” ujar Supriyono, pada Sabtu (3/11/2023).

Dia mengatakan, di kawasan CIPTA yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu, saat ini mayoritas mengoperasikan fasilitas depo kosong untuk layanan ekspor maupun impor. Bahkan juga terdapat sejumlah fasilitas pergudangan yang menopang kegiatan pelabuhan.

Supriyono mengungkapkan, Kawasan CIPTA yang memiliki areal seluas ratusan hektar yang hak pemilikannya lahan (HPL) adalah Pelindo yang kemudian dikerjasamakan dengan pengelola kawasan tersebut.

“Memang seharusnya pengelola kawasan CIPTA yang bertanggung jawab untuk itu. Namun kami juga berharap karena kawasan itu adalah HPL nya Pelindo, semoga juga bisa membatalkan kondisi ini. Bagi kami pelaku usaha trucking sangat berharap infrastruktur jalan di kawasan CIPTA itu bisa segera diperbaiki agar kegiatan logistik di Semarang bisa lancar,” ujarnya.

Supriyono menjelaskan, hampir 90% kegiatan di kawasan CIPTA merupakan aktivitas depo maupun pergudangan, dan hanya sebagian kecil atau 10% saja yang berada diluar kawasan itu.

Dia juga mengungkapkan, menyusul adanya rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada akhir bulan ini, diharapkan masalah infrastruktur kawasan CIPTA, juga bisa menjadi perhatian Presiden untuk mendorong kelancaran arus barang dan logistik di wilayah Semarang Jawa Tengah.

“Kami (Aptrindo) juga sudah diikutsertakan dalam rapat koordinasi koordinasi dan persiapan kejadian dengan rencana kunjungan bapak Presiden Jokowi ke Tanjung Emas Semarang itu. Kami membahas masalah di kawasan CIPTA itu juga bisa segera dicarikan solusinya demi lancarnya aktivitas logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Emas,” paparnya.

Dia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 3.000-an trucking yang berkegiatan mensupport aktivitas pelabuhan Tanjung Emas maupun hinterlandnya, termasuk yang melayani dari dan ke depo kawasan CIPTA.

Gemilang mengatakan, untuk masuk ke kawasan itu hingga kini masih berlaku sistem berbayar namun infrastruktur jalan di kawasannya tetap dibiarkan rusak parah hingga berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan transportasi maupun penggunanya.

“Sebenarnya ini sudah masalah lama, sudah di push juga dengan Dishub Kota Semarang. Tapi hingga kini pengelola kawasan itu belum ada tindakan ,” ujarnya.

Gemilang mengatakan, di Semarang 90% depo berada di kawasan CIPTA lantaran merupakan areal yang saat ini memiliki lahan yang cukup luas.
“Kalau memungkinkan dipindahkan ke tempat lain. Karenanya, kami juga akan menyurati pihak-pihak terkait dalam hal ini. Perlu ada lokasi sementara untuk menampung kegiatan depo itu, sebab ini bukan sekedar soal kelancaran logistik saja namun adalah masalah keselamatan,” ujar Gemilang.