freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN DARAT

Aptrindo Desak Pelindo Segera Bangun Hub Logistik Tol Cibitung-Cilincing

23 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via cintamobil.com

Aptrindo berharap Pelindo bangun hub logistik di Jalan Tol Cibitung-Cilincing karena dapat mempermudah arus lalu lintas barang.

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau Aptrindo meminta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo agar segera merealisasikan rencana pembangunan hub logistik di Jalan Tol Cibitung-Cilincing. Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mendukung konsep hub logistik tersebut. Ia menyebut adanya infrastruktur dan fasilitas baru akan berimbas positif terhadap para pelaku usaha karena dapat mempermudah arus lalu lintas barang.

Hanya saja, Tarigan berpesan agar fasilitas baru tersebut jangan sampai membuat tarif tol atau biaya jasa lainnya yang dikenakan kepada pelaku usaha jadi bertambah. Menurut Tarigan, jika biaya jasa yang dikenakan kepada pelaku bertambah, justru menjadi menyimpang dengan tujuan sebenarnya yaitu untuk menekan biaya logistik.

"Kami dukung, tapi tolong rasional juga nantinya kalau bangun fasilitas baru jangan sampai menaikkan biaya. Tujuannya untuk menekan bukan menaikkan biaya logistik," jelasnya, Selasa (22/11/2022).

Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta H. Soedirman juga menegaskan, para pelaku usaha sudah berharap adanya hub logistik tersebut sejak lama. Soedirman menyebut rencana tersebut memang membutuhkan waktu. Hub logistik tersebut harus memiliki terminal booking system hingga Single Truck Identification Data (STID). Dia pun berharap status tanah di sekitar lahan tol tersebut sudah beres sehingga pembangunan hub logistik bisa segera dilakukan.

"Kami mengharapkan dan mendambakan fasilitas itu. Dengan demikian pada saat truk masuk daerah itu sudah clear. Harus ada sistem custom clearance. Kami menunggu kapan ground breaking dan realisasinya," katanya, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya, dengan konsep hub logistik tersebut, akan bisa mempercepat proses pengiriman barang masuk ke kapal. Ini karena setelah keluar dari hub logistik tersebut, barang-barang yang diangkut oleh truk sudah bersifat clearance. Selama ini, perjalanan truk dari Cibitung masuk ke Tanjung Priok sudah memakan waktu selama 4 jam. Dengan demikian, apabila proyek hub tersebut diselesaikan, proses pengiriman barang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Saat ini pula, buffer area yang disediakan oleh Pelindo di Pelabuhan Tanjung Priok masih terbatas. Dengan rencana hub logistik puluhan ha tersebut, akan bisa menampung lebih banyak truk. Sementara itu, Senior Consultant SCI Sugi Purnoto menjelaskan ketika membangun hub logistik, ada hal-hal yang harus diperhatikan Pelindo.

Pertama, terkait tempat penyimpanan sementara atau area transit yang akan digunakan dari satu kegiatan logistik besar ke kegiatan logistik kecil. Hub ini bisa dibangun temporary storage saat waktu kapal closing lebih 3 hari. Dengan demikian kontainer dapat diletakkan di hub ini untuk selanjutnya diantarkan menuju dermaga pelabuhan.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku Logistik dan forwarder untuk menitipkan sementara barangnya hingga yang memiliki waktu closing di atas 3 hari. Tak hanya itu, Hub ini juga harus diposisikan sebagai area kepabeanan dan dry port Kedua CSS, ketiga pusat logistik berikat.

Kemudian, dengan membangun gudang konsolidator di hub ini untuk diposisikan menangani pengiriman ekspor-impor domestik. Kondisi ini sekaligus menggantikan pos 9 di Tanjung Priok. Terakhir adalah sebagai area penyangga parkir. Angkutan kontainer bisa diarahkan menuju hub logistik sambil menunggu kondisi Tanjung Priok menjadi lebih lenggang yang dikelola dengan STID. Hub ini harus bisa menjadi pengalih kemacetan di Pelabuhan.