freightsight
Senin, 27 Mei 2024

PELABUHAN

ALFI Lampung Dorong Pembangunan Transportasi Logistik yang Memadai

2 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dokumentasi via Tribun Lampung

Transportasi terkait rencana induk pelabuhan (RIP) dengan dukungan Pemprov Lampung, serta mewujudkan konektivitas pelabuhan ke Jalan Tol Trans Sumatera.

Acara Diskusi Panel dan Rakerwil ALFI tahun 2022 di ballroom Hotel Sheraton, Kamis (1/9/2022). ALFI Lampung dorong jalur transportasi memadai untuk keluar masuk logistik.

Adapun logistik yang diangkut sendiri beragam, dimana merupakan hasil bumi Lampung. Diantaranya ada kopi, bungkil atau pakan ternak, dan lainnya.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Eropa dan Asia, selain itu ke Singapura.

Selain itu, stok hasil bumi untuk diekspor juga menurutnya melimpah. Hanya saja hambatan utama saat ini selain kondisi jalan juga terkait kelangkaan kontainer.

"Kelangkaan kontainer terjadi karena Cina masih melakukan pembatasan dan pengiriman tidak bisa langsung ke Panjang," ujar Zamzani.

Usaha yang dikelolanya dalam hal ini terkait pengangkutan onderdil kereta api.

"Saya sendiri menghandle onderdil kereta api, itu nggak bisa langsung ke (Pelabuhan) Panjang. Harus ke Tanjung Priok. Sedangkan tujuannya untuk Lahat," ungkapnya.

"Sehingga menambah pengeluaran lagi, menjadi naik 20 sampai 30 persen karena kondisi tersebut. Muter-muter, menyita waktu juga," sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PT Pelindo II Adi Sugiri mengatakan jika dari pihak pelabuhan sendiri berharap bisa semakin meningkatkan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"ALFI dan para anggotanya ini punya banyak potensi atau peluang bisnis, kami sendiri dari Pelindo terus mengembangkan investasi-investasi yang ada," kata Adi Sugiri.

Diantaranya menyelesaikan rencana induk pelabuhan (RIP) dengan dukungan Pemprov Lampung. Selain itu juga segera mewujudkan konektivitas pelabuhan ke Jalan Tol Trans Sumatera.

"Mudah-mudahan ini segera bisa diwujudkan, ditambah dengan konektivitas jalur kereta api dan pengembangan lainnya," paparnya.
Adi menyebutkan, saat ini pertumbuhan terkait pengiriman logistik juga sudah terlihat.

"Ini bisa dilihat melalui pertumbuhan perekonomian Lampung," kata dia.

Mengenai kelangkaan kontainer sendiri, diakuinya saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

"Memang teman-teman shipping (terkendala) terkait empty container atau kontainer kosong namun sudah mulai normal kembali," ujarnya.

"Diharapkan kegiatan ekspor bisa lebih menggeliat lagi," tandas dia.