freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN UDARA

Akibat Frekuensi Penerbangan Angkutan Udara Subsidi Dikurangi, Biaya Operasional Naik

11 Januari 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via unsplash

Sejak 7 Januari, subsidi penerbangan perintis subsidi kembali dinikmati masyarakat Kalimantan Utara.

Penerbangan keperintisan pada tahun 2023 ini tentunya juga masih dilaksanakan oleh maskapai Susi Air.

Sejak 7 Januari, subsidi penerbangan perintis subsidi sudah dapat kembali dinikmati oleh masyarakat Kalimantan Utara.
Walaupun demikian, tentunya frekuensi penerbangan ke beberapa daerah terpaksa dikurangi, karena adanya kenaikan biaya operasional. Jumlah penerbangan tentunya di sini ikut terpaksa menyesuaikan dengan nilai subsidi dari pemerintah.

Pengurangan frekuensi yang terjadi di beberapa rute penerbangan. Seperti Tarakan – Long Bawan yang semula 4 kali seminggu menjadi 2 kali; rute Nunukan – Long Bawan dari 3 kali seminggu menjadi hanya 1 kali. Hal tersebut tentunya juga dilakukan karena memang keterbatasan anggaran dari Kementerian Perhubungan.

Adapun penerbangan keperintisan pada tahun 2023 ini tentunya juga masih dilaksanakan oleh maskapai Susi Air. Sebanyak 16 rute untuk penumpang dan 5 rute untuk kargo. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Juwata Tarakan, Ceppy Triono mengatakan bahwa tidak ada perbedaan rute antara 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2023.

“Semua masih tetap sama. Yang berubah, terkait dengan frekuensi. Artinya, ada beberapa rute yang dikurangi frekuensinya karena adanya kenaikan harga avtur, nilai tukar rupiah terhadap dolar, sehingga harus dilakukan penghitungan biaya operasional pesawat,” jelas Ceppy, Minggu (8/1/2023).

Walaupun demikian, penambahan frekuensi juga akan tetap diupayakan. Pihak Bandara Juwata Tarakan juga sudah melakukan pertemuan dengan stakeholder terkait demi bisa melakukan evaluasi pelaksanaan subsidi angkutan perintis 2022.

“Mereka semua mengharapkan frekuensinya kembali seperti di 2022. Kami mendukung dan mengupayakan agar frekuensi yang berkurang, dapat dibantu menggunakan dana dari pemerintah daerah,” harapnya.

Di samping itu, Gubernura Kaltara, Zainal Arifin Paliwang menambahkan bahwa Pemprov akan dapat mengupayakan pengembalian frekuensi dengan menggunakan APBD. Sehingga penerbangan perintis subsidi, baik itu untuk penumpang maupun kargo bisa sama seperti pada tahun lalu.

“Kegiatan subsidi ini sudah ada sejak 2015, hingga saat ini sudah terlaksana 8 tahun. Kita harapkan subsidi ini bisa berjalan dengan baik. Terkait dengan penurunan frekuensi, kita upayakan dari APBD untuk mengembalikannya. Kita siapkan anggaran untuk subsidi,” ungkapnya.

Kaltara yang hingga kini belum juga memiliki akses secara baik ke semua daerah, menjadikan subsidi penerbangan perintis ini memang begitu dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demiian, kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat sangat dibutuhkan. Apalagi transportasi udara menjadi satu-satunya akses yang bisa digunakan.

“Dengan adanya subsidi, harga-harga kebutuhan pokok di sana juga bisa kita tekan dengan memberikan bantuan khusus kepada angkutan barang atau kargo. Dengan harapan, masyarakat kita bisa terbantu dengan harga jual di daerah-daerah perbatasan bisa sama dengan harga di Tarakan dan sekitarnya,” sebutnya.