freightsight
Sabtu, 25 Maret 2023

TEKNOLOGI

Ada Sebanyak 16,4 Juta UMKM Kini Sudah Terintegrasi Dengan Pasar Digital

10 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pasar digital

Man playing virtual reality © creativeart via Fre...

• Saat ini pemerintah terus mengupayakan untuk mendorong UMKM agar bisa melakukan transformasi ke digital.

• Pemerintah selalu berusaha melakukan inovasi untuk membuat UMKM bangkit dari pandemi, salah satu caranya dengan menggunakan aplikasi digital, serta investasi.

Saat ini pemerintah terus mengupayakan untuk mendorong UMKM agar bisa melakukan transformasi ke digital. Pemerintah meyakini bahwa upaya ini nantinya akan membuat UMKM bisa lebih mudah bangkit dari serangan pandemi Covid-19.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Menengah (Kemenkop UKM), telah membuat catatan, ada sebanyak 16,4 juta UMKM yang kini sudah melakukan integrasi dengan pasar digital. Dengan data ini maka diketahui ada pertumbuhan sebanyak 105 persen, jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Saat ini ada 16,4 juta atau naik 105 persen UMKM yang terhubung ke digital," kata Teten dalam launching Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya fenomena maraknya UMKM yang masuk ke pasar digital, maka akan membuat pemerintah lebih mudah untuk mendorong para pelaku UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Karena itu, perlu adanya standarisasi produk dengan memberikan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

"SNI ini program utama kita untuk mendorong UMKM jadi bagian dari rantai pasok industri," kata Teten Masduki.

Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah mereka melakukan survei pada tahun 2018 lalu, ternyata ada tantangan cukup besar yang dihadapi UMKM, dan hal itu adalah terkait dengan daya saing produk. Tidak bisa dipungkiri bahwa daya saing produk Indonesia memang masih cukup tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia, Thailand dan Singapura.

Karenanya, dibutuhkan pengembangan. Sebagai contoh untuk masalah pengembangan produk agar bisa mendapatkan sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi ini, maka nilai jual sebuah produk nantinya akan bisa lebih tinggi. Karenanya, peran sertifikasi SNI sangat penting.

"Disini peran SNI akan makin strategis," kata dia.

Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi periode pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia sampai saat ini. Inovasi tersebut misalnya, program untuk mendorong berbagai produk UMKM bisa menembus pasar ekspor.

Salah satu cara mewujudkan program tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi digital, serta investasi. Kemudian, perlu juga dilakukan pelatihan untuk para pelaku usaha. Degan adannya pelatihan terintegrasi berbasis teknologi seperti website, maka akan membuat para pengusaha memiliki kesempatan untuk bermitra dengan sesama pengusaha juga konsumen.