freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN DARAT

3 BUMN Berkolaborasi untuk Membangun Jalur Kereta Api di Pelabuhan Kuala Tanjung

21 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Jalur Kereta Api via voi.id

Kuala Tanjung Multipurpose Terminal di Sumatera Utara, PT Prima Multi Terminal, mengembangkan integrasi multimoda untuk meningkatkan mobilitas barang dari KEK.

**Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan KEK Sei Mangkei, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dan jalur kereta api barang. **

Kuala Tanjung Multipurpose Terminal di Sumatera Utara, PT Prima Multi Terminal, tengah kini mulai mengembangkan integrasi multimoda untuk dapat meningkatkan mobilitas barang dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Integrasi tersebut juga dilakukan dengan jalur kereta api barang yang menghubungkan Sei Mangkei, Kuala Tanjung dan Belawan. Pengangkutan barang dari KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung sampai Pelabuhan Belawan sekarang sedang diuji coba.

Rencananya, uji coba integrasi pengangkutan barang ini akan segera diintensifkan untuk dapat mendorong kesiapan pengoperasian secara reguler. "Selama ini kargo-kargo dari INL [PT Industri Nabati Lestari di Sei Mangkei] dilayani menggunakan truk tangki untuk ke sini dan menuju tangki timbun. Next, sinergi BUMN salah satunya dengan KAI akan mengupayakan angkutan CPO dan turunannya menggunakan kereta," ujar Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Rudi Susanto kepada Tim Jelajah Pelabuhan Bisnis Indonesia, Senin (19/9/2022).

Adapun, upaya integrasi itu adalah kolaborasi antara PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN III yang mengelola PT INL di Sei Mangkei, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pelindo (Persero) yang diluncurkan awal tahun ini. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan KEK Sei Mangkei, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dan jalur kereta api barang. Faktor keamanan juga upaya mengurangi kemacetan tentu saja menjadi sejumlah alasan di balik adanya integrasi multimoda tersebut. Padahal, pengembangan Tol Trans Sumatra tengah didorong serta dinilai bisa ikut melancarkan arus barang. "Dari cost juga bisa lebih murah karena bisa membawa satu rangkaian gerbong bisa sekaligus banyak dan delivery tepat waktu," kata Rudi.

Adapun uji coba terakhir dilakukan 7 September dan 16-17 September. Namun, hingga saat ini belum ada target waktu pasti kapan integrasi multimoda beroperasi secara reguler. Direktur Operasi PT Prima Multi Terminal Benny Panjaitan mengatakan saat pengangkutan curah atau kargo dari Sei Mangkei dengan kereta sudah beroperasi reguler, diharapkan beroperasi minimal selama tiga hari sepekan.

Berdasarkan data milik Prima Multi Terminal, setidaknya ada tiga perusahaan di KEK Sei Mangkei akan menggunakan layanan kereta api barang tersebut. Misalnya, PT Industri Nabati Lestari dapat mengangkut komoditas minyak goreng ke Kuala Tanjung dengan volume 1.500 ton per hari. Kemudian, PT Unilever Tbk. (UNVR) untuk semifinished product (minyak goreng, sabun, kosmetik) ke Kuala Tanjung dan Belawan sebesar 36 x 20 TEUs atau 18 x 40 TEUs. "Cita-cita itu sehari tiga trip kalau mampu. Sama satu GD [gerbong datar] bisa dua kontainer kecil. Sekarang baru mampu satu trip sehari untuk 18 GD, berarti TEUs nya 36," ujarnya.