freightsight
Jumat, 19 April 2024

TEKNOLOGI

Tantangan Transformasi Digital Industri Logistik

7 Desember 2022

|

Penulis :

Dewi Permatasari

kontainer di pelabuhan

via unsplash

Pandemi Covid-19 mengakselerasi transformasi digital berbagai industri, tak terkecuali industri logistik. Terutama di era industri 4.0 teknologi bukan hanya bagian dari proses, melainkan merupakan bagian yang esensial dalam perkembangan suatu industri. Untuk tetap bertumbuh dan berkompetisi, penyedia layanan logistik perlu meningkatkan value proposition di mata customer dan supplier. Transformasi digital terjadi ketika suatu industri menerapkan digitalisasi di semua aspek bisnisnya. Mulai dari cara perusahaan berkomunikasi dengan pelanggannya hingga operasional sehari-hari mengalami transformasi yang signifikan. Akibatnya, operasional industri secara keseluruhan berubah secara drastis.

Mathaeur dan Hoffman (2019), dalam artikel mereka menyebutkan bahwa teknologi berperan penting sebagai nilai pembeda dan sebagai pemicu inovasi. Menurut World Economic Forum (2016), digitalisasi dalam industri logistik diproyeksikan akan tumbuh sebesar USD 1.5 Triliun pada tahun 2025. Namun, Industri logistik masih tertinggal dalam balapan digitalisasi dibandingkan dengan industri lain seperti industri retail, kesehatan, media, dan industri lainnya. Cahn (2019), menyatakan bahwa untuk mendapatkan stabilitas dalam ekonomi yang terus berubah, bisnis perlu menjalani transformasi digital. Banyak bisnis sudah dalam perjalanan transformasi digital; jika perusahaan belum mulai berubah, mereka harus segera melakukannya, atau ketinggalan.

McEasy, Perusahaan penyedia jasa solusi logistik dan pergudangan terintegrasi, , menyampaikan bahwa permasalahan pada industri logistik masih dialami bahkan pada akar rumput. Khususnya pada level mikro, McEasy melihat bahwa dunia usaha termasuk logistik di dalamnya masih menjalankan usaha dengan cara konvensional. Hendrik Ekowaluyo, Co-Founder McEAsy, menyatakan bahwa banyak dari proses bisnis secara B2B (Business-to-Business) masih belum mengadopsi teknologi digital. Dia menyebut bahkan 90 persen dari dunia bisnis masih menggunakan cara-cara konvensional.Meski digadang-gadang sebagai masa depan era industri, gaung transformasi digital di industri logistik masih belum selantang industri lainnya. Lantas, apakah sajakah tantangan yang dihadapi dalam transformasi industri logistik ?

Chihosz (2019), menyebutkan dalam artikel ilmiahnya bahwa terdapat lima hambatan (barrier) utama yang dihadapi penyedia layanan logistik dalam mengimplementasikan inovasi dalam perusahaannya, yaitu :

1. Kompleksitas sistem logistik
Industri logistik merupakan industri yang kompleks dan membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Kompleksitas sistem yang ada dalam industri logistik inilah yang seringkali penghambat transformasi digital pada perusahaan-perusahaan penyedia layanan logistik. Standarisasi lebih sulit dilakukan di industri logistik dibanding dengan industri lainnya dikarenakan perbedaaan dan variasi regulasi serta sistem berbagai pihak yang terlibat dalam suatu proses logistik.

2. Kekurangan sumber daya manusia yang terampil
Kurangnya sumber daya manusia yang melek perkembangan teknologi tak ayal menjadi salah satu faktor yang menghambat kemajuan industri logistik. Dalam artikel ilmiahnya, Chihosz mengungkapkan lebih lanjut bahwa teknologi di kebanyak perusahaan yang bergerak di bidang logistik masih dijadikan marketing tools untuk menunjukkan inovasi dari suatu perusahaan, dibanding dijadikan sebagai menjadi solusi pada permasalahan yang sebenarnya.

3. Adopsi teknologi yang kurang tepat
Adopsi dari teknologi ini sendiri seringkali datang dari hype dari inovasi terbaru tanpa memertimbangkah apakah penerapan teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kebutuhan operasional perusahaan. Penggunaan teknologi terbaru dan digitalisasi tidak sama dengan solusi yang paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan. Ketika penerapan teknologi tidak datang dari kebutuhan, maka teknologi akan menjadi masalah bukan solusi.

4. Resistensi terhadap perubahan
Resistensi terhadap perubahan merupakah salah satu faktor penghambat yang paling besar digitalisasi. Terutama di industri logistik yang banyak praktek-praktek konvensional masih diterapkan. Pelaku industri logistik acapkali resisten dengan perubahan dan cenderung bertahan dengan cara-cara lama yang dianggap familiar.

5. Perlindungan data
Implementasi transformasi logistik yang sukses membutuhkan integrasi yang kuat antara berbagai aplikasi dan informasi yang mendukung proses bisnis. Banyaknya informasi sensitif yang terhimpun menjadikan perlindungan data dan pencegahan akses yang tidak terautorisasi menjadi salah satu faktor yang ditekankan dalam digitalisasi perusahaan penyedia layanan logistik.

Terlepas dari tantangan- tantangan digitalisasi industri logistik, transformasi digital pada segala aspek bisnis tak terelakkan seiring dengan berkembangnya teknologi dan pemenuhan kebutuhan logistik yang semakin meningkat.