freightsight
Minggu, 27 November 2022

TEKNOLOGI

Peran Penting Logistik Digital Di Tengah Mahalnya Biaya Logistik Indonesia

7 November 2022

|

Penulis :

Norlina Pasaribu

Digital logistic

via 47billion

Banyak orang memiliki pengalaman menggunakan aplikasi online shop dari luar Indonesia dan tertarik membeli barang karena harga yang sangat murah namun kemudian dikejutkan dengan perubahan harga yang signifikan menjadi sangat mahal pada saat melakukan pengisian informasi pengiriman barang. Banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk melakukan kegiatan impor dan ekspor karena tingginya biaya yang dikeluarkan. Seringkali kita menyalahkan pajak atau bea masuk untuk impor dan biaya logistik.

“Biaya logistik merupakan sesuatu yang mahal, dan ini menjadi tantangan terbesar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya dalam persaingan dengan pelaku usaha luar negeri”, ungkap Vincent K.C. Yong, selaku Presiden Direktur DHL Global Forwarding Indonesia. Perihal logistik seringkali membuat para pelaku usaha enggan mengekspor produk mereka, walaupun komoditas yang mereka produksi diminati di pasar internasional. Logistik juga menghambat distribusi barang impor karena secara signifikan meningkatkan harga penjualan dan menurunkan daya beli konsumennya.

“Secara umum Indonesia saat ini menghadapi tantangan biaya logistik yang tinggi karena tantangan di seluruh rantai nilai dengan 20-23 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dibandingkan negara lain hanya 7-15 persen dari GDP. Di China hanya 12 persen sementara Thailand hanya 15 persen,” ucap Rizal Fauzi selaku ahli logistik dari Kearny Indonesia pada panel bertema ‘Dampak Digital terhadap Tantangan di Sektor Logistik’ di Jakarta, Senin (24/10/2022). Biaya tersebut tergolong sangat besar dibandingkan dengan rata-rata biaya logistik negara-negara di Eropa hanya berkisar di 8 hingga 11 persen dari GDP. Biaya logistik tersebut mencakup seluruh biaya yang mendorong proses pergerakan barang dalam proses rantai pasok. Proses tersebut meliputi proses penanganan, produksi, penyimpanan barang, pengadaan, serta pengiriman barang kepada konsumen.

Hambatan pada urusan logistik inilah yang menjadi alasan mengapa pelaku usaha menginginkan biaya logistik yang rendah. Selain itu, ketatnya kompetisi pasar membuat adanya kompetisi harga yang mendorong berbagai pelaku usaha yang ingin menurunkan harga barangnya dari kompetitor untuk menarik perhatian pembeli. Harga barang yang lebih terjangkau dengan kualitas barang yang sama akan lebih diminati oleh pasar dibandingkan dengan harga barang yang lebih tinggi.
Dalam dunia logistik, terhadap beberapa jenis transportasi yang dapat digunakan untuk melakukan pengiriman barang meliputi transportasi darat, laut, dan udara. Tiap-tiap jenis transportasi ini memiliki layanan dan biaya yang berbeda sehingga pelaku usaha sangat penting melakukan evaluasi mengenai efektivitas jenis transportasi yang digunakan dalam proses pengiriman barang. Selain itu, vendor dan liner juga sangat mempengaruhi harga pengiriman suatu barang. Hal ini terjadi karena masing-masing vendor dan liner memiliki rate yang berbeda-beda walau dengan tujuan pengiriman yang sama.

Perbedaan tarif layanan antar para vendor dan liner secara mendasar disebabkan oleh minimnya informasi terbuka mengenai alur dan prosedur pengiriman logistik itu sendiri. Saat ini apabila seseorang ingin mengirimkan suatu barang, pada umumnya dilakukan dengan menghubungi vendor secara langsung. Model bisnis ini menyulitkan pengirim barang untuk membandingkan harga dan layanan antar vendor dan pengirim barang memungkinkan menerima harga yang tidak kompetitif.
Tak dapat dipungkiri, digitalisasi proses logistik telah membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan cara tersedianya informasi yang terbuka terkait layanan logistik. Pengirim barang dapat dengan mudah membandingkan layanan dan harga, sehingga mereka bisa mendapatkan tarif dan pelayanan terbaik yang sesuai dengan layanan yang mereka butuhkan. Di sisi lain, penerapan logistik digital memiliki peran yang kuat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi vendor dalam melayani kegiatan logistik. Dengan keterbukaan informasi logistik, persaingan yang sehat akan tercipta dan vendor logistik akan berusaha meningkatkan kualitas layanannya. Namun tidak terbatas dalam hal tersebut, secara jangka panjang digitalisasi logistik juga akan menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat yang dapat membantu masyarakat mendapatkan barang impor berkualitas dengan harga lebih murah dan membantu pelaku usaha mengirimkan produk terbaik mereka ke pasar internasional tanpa terhalang biaya logistik yang tinggi.