freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

PELABUHAN

Pelindo Nunukan Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Pelabuhan Lahad Datu Malaysia

22 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuan Malaysia

Pelabuhan Lahad Datu via stringfixer.com

Setelah Pemerintah Malaysia mengumumkan dibukanya pintu perbatasan, PT Pelindo telah menjadwalkan ulang untuk segera berkunjung ke Malaysia yang nantinya akan difasilitasi oleh Konsulat RI di Tawau.

Dalam waktu dekat ini, PT Pelindo (Persero) Regional IV dengan Sabah Ports.Sdn.Bhd akan segera menindaklanjuti kerja sama kepelabuhanan dengan PT Pelindo Nunukan.

General Manager (GM) PT Pelindo Nunukan, Nasib Sihombing kepada menyampaikan pihaknya akan segera mengunjungi Pelabuhan Lahad Datu, Sabah untuk melihat kerja sama apa saja yang dapat dilakukan antar kedua perusahaan pengelola kepelabuhanan tersebut.

"Setelah e-Ticketing ini sukses kita jalankan baru kita berkunjung ke Malaysia. Karena memang sudah kita jadwalkan sejak Januari 2022 lalu, hanya saja karena masih pandemi kita tunda," ujar Sihombing.

Setelah Pemerintah Malaysia mengumumkan dibukanya pintu perbatasan, PT Pelindo telah menjadwalkan ulang untuk segera berkunjung ke Malaysia yang nantinya akan difasilitasi oleh Konsulat RI di Tawau.

Menurut Nasib Sihombing, ada dua pelabuhan yang rencananya akan dilakukan kerja sama yakni Pelabuhan Malundung Tarakan dan Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan.

"Kalau untuk pelabuhan Tarakan itu mungkin dari sisi pengiriman kontainer, karena Pelindo Tarakan sudah memiliki fasilitas crane. Sementara untuk Pelabuhan Nunukan kita belum memiliki crane, jadi kita coba cari kerja sama lain, agar Pelabuhan Nunukan juga terkoneksi dengan kerja sama itu," jelasnya.

Kepala Konsulat RI (KRI) Tawau Heni Hamidah memastikan, akan segera memfasilitasi penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara Sabah Ports dengan PT Pelindo Regional IV.

Heni berharap sesegera mungkin dapat memfasilitasi kerja sama tersebut di Kantor KRI Tawau mengingat pintu masuk Sabah yang sudah tidak begitu sulit, sehingga diharapkan pihak PT Pelindo dapat segera mengatur kunjungan ke Tawau, Sabah - Malaysia untuk pembahasan lebih lanjut.

"Sampai saat ini kami masih memfasilitasi untuk menbahas detail apa saja sih, yang ingin dikerjasamakan dalam MoU tersebut. Ketika kedua belah pihak sudah sepakat barulah penandatanganan MoU antara Sabah Ports dan Pelindo Regional IV," papar Heni.

Sejauh ini, lanjut Heni hubungan kedua pengelola pelabuhan ini masih sebatas Non-Disclosure Agreement (NDA) antara Sabah Ports dan Pelindo Regional IV yang telah dilaksanakan pada tahun 2021 lalu yang menjadi cikal bakal terjalinnya MoU itu nantinya.

Heni menyebutkan, dua pelabuhan yang akan menghubungkan antara Pelabuhan Malundung, Kota Tarakan dan Pelabuhan Lahad Datu di Sabah itu akan bekerja sama dalam sektor pengiriman barang dalam bentuk kontainer.

Bahkan diakui Heni Hamidah beberapa pengusaha di Sabah sudah kerap mempertanyakan tindak lanjut hubungan kerja sama dimaksud, karena selama ini pasokan barang Indonesia yang masuk ke Malaysia dalam jumlah yang terbatas.

Diharapkan dengan kerja sama itu juga dapat memenuhi kebutuhan barang baik itu perabotan, meubeler serta barang-barang kebutuhan lainnya.

"Jadi sebenarnya yang menjadi kekurangan kita itukan karena kurangnya konektivitas, sementara selama ini masih mengandalkan jalur laut. Kita harapkan dengan adanya konektivitas pelabuhan ini akan membangkitkan ekonomi di perbatasan lebih besar lagi," pungkasnya.