freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

INFO INDUSTRI

Buntut Ongkos Peti Kemas yang Melesat, Diskoperindag Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

4 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pasar bahan pangan

Fresh market © rawpixel.com via Freepik

• Harga angkut peti kemas yang terus melambung tinggi menyebabkan pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau merasa khawatir.

• Dalam kesempatan yang sama, salim juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan stok bersama kepala daerah untuk menjaga kondisi riil.

Harga angkut peti kemas yang terus melambung tinggi menyebabkan pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau merasa khawatir.

Salim selaku kepala Diskoperindag Berau, mengungkapkan bahwa selama ini dirinya terus menerus mendapatkan keluhan dari beberapa pengusaha terkait tingginya harga biaya kirim. Bahkan diketahui bahwa biaya tersebut bisa mencapai sampai 6 juta selama 1 bulan ke belakang.

Menurut salim hal ini tentu saja bukan hal baik, karena bisa berdampak pada kenaikan harga untuk 23 bahan pokok, yang mana salah satu diantaranya adalah minyak goreng.

Apalagi, saat ini Berau masih memerlukan banyak sokongan dari Kalimantan Timur yang mana beberapa diantaranya adalah berasal dari pulau Jawa.

“Kami juga menanyakan hal yang sama kepada pihak swasta yang mengelola pelabuhan. Karena saat ini sudah tidak dipegang oleh Pelindo lagi,” bebernya pada Senin (29/11/2021).

Biasanya harga pengiriman kontainer adalah Rp 15 juta setiap kontainernya. Akan tetapi kini harganya melambung jauh jauh, Rp 21 juta setiap kontainer.
Harga ongkos pengiriman yang melonjak bukan satu-satunya masalah yang mereka hadapi, namun ada pula masalah keterlambatan kapal barang karena adanya proses bongkar muat yang memakan waktu karena, waktu bongkar muat memang menjadi lebih lama.

Salim juga khawatir bahwa nantinya, alur bong muat yang lambat adan ongkos kirim yang terus meningkat akan bisa mempengaruhi berbagai harga pokok menjelang natal serta tahun baru yang sudah di depan mata.

“Kami sudah minta dengan provinsi untuk koordinasi dengan pihak pelabuhan, kami tidak punya wewenang untuk mengatur harga peti kemas, cuman ya seharusnya ada penjelasan mengapa harga naik sekali,” tuturnya.

Sampai sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan untuk bisa melihat harga berbagai bahan pokok dan juga stok yang tersedia.

Dalam kesempatan yang sama, salim juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan stok bersama kepala daerah untuk menjaga kondisi riil.