freightsight
Selasa, 9 Agustus 2022

INFO INDUSTRI

BPS Katakan Bahwa Ekspor Melesat Hingga 19,74 Persen pada Triwulan II 2022

6 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor Indonesia

Ilustrasi Ekspor via voi.id

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor pada triwulan II 2022.

Kenaikan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia di pasar global mendorong lonjakan nilai ekspor barang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor pada triwulan II 2022 melesat tinggi sebesar 19,74 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) akibat pendapatan dari keuntungan yang tak terduga atau windfall kenaikan harga komoditas.

"Jadi karena harga komoditas internasionalnya bagus, Indonesia mendapatkan keuntungan," ungkap Margo Yuwono selaku Kepala BPS dalam pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (5/7/2022).

Secara rinci pertumbuhan signifikan ekspor tersebut berasal dari ekspor barang tumbuh 18,03 persen pada triwulan II 2022 (yoy) dan ekspor jasa melonjak 60,02 persen (yoy).

Beliau menuturkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melonjak seiring kebijakan kemudahan keimigrasian khusus wisata, sehingga ini bisa mendorong pertumbuhan ekspor jasa.

Sementara itu, kenaikan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia di pasar global mendorong lonjakan nilai ekspor barang, walaupun sempat tertahan saat periode diberlakukannya restriksi ekspor kelapa sawit (CPO) dan turunannya.

Selain kenaikan harga komoditas global, Margo juga menyebutkan ekonomi negara mitra dagang Indonesia tumbuh pada kuartal kedua tahun ini, yang juga menjadi penyebab ekspor barang bisa meningkat signifikan.

"Mulai dari China yang tetap tumbuh 0,4 persen di triwulan II-2022 dimana ekspor kita ke sana mencapai 21,52 persen porsinya, hingga ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh 1,6 persen dimana porsi ekspor Indonesia ke sana cukup tinggi yaitu 9,89 persen," tambahnya.

Dengan kenaikan harga komoditas global serta mitra dagang yang masih tumbuh positif, tentu saja beliau juga mengungkapkan di triwulan II-2022 Indonesia mendapatkan windfall menyebabkan neraca perdagangan surplus hingga 15,5 miliar dolar AS.

Surplus itu meningkat 148,01 persen (yoy) dan naik 67,85 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Di samping itu, Margo juga mengatakan pertumbuhan ekspor signifikan tersebut telah berhasil membuat ekspor menjadi komponen dengan kenaikan tertinggi dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran.