freightsight
Senin, 15 April 2024

PELABUHAN

Tingkatkan Pelayanan, Pelindo Peti Kemas Benahi Pelabuhan Ternate dan Merauke

8 September 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

ANTARA/HO-SPTP

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berencana untuk melakukan transformasi Pelabuhan Ternate di Maluku Utara dan Pelabuhan Merauke di Papua Selatan.

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berencana untuk melakukan transformasi Pelabuhan Ternate di Maluku Utara dan Pelabuhan Merauke di Papua Selatan.
Nantinya kedua pelabuhan tersebut akan menambah daftar terminal yang dikelola SPTP dengan jumlah 31 terminal peti kemas.

Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji mengatakan perseroan telah memiliki sejumlah rencana untuk meningkatkan kualitas pelayanan peti kemas di Pelabuhan Ternate dan Pelabuhan Merauke.
Menurut Adji, hal pertama yang akan dilakukan adalah melakukan penataan di area terminal untuk menunjang kegiatan pelayanan peti kemas. Penataan yang dimaksud meliputi penataan area operasional peti kemas (zonasi), standardisasi pola operasi peti kemas dan penilaian kebutuhan peralatan pendukung kegiatan bongkar muat peti kemas.

"Para pekerja di Pelabuhan Ternate dan Merauke juga akan kami berikan pengetahuan tentang standar operasi terminal peti kemas yang baik berbasis pada perencanaan dan pengendalian (planning and control). Pekerja ini yang akan menjalankan kegiatan operasional di dalam area terminal, sehingga peningkatan pengetahuan dan kompetensi sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja operasional terminal, " kata Adji, dalam keterangan tertulis pada Kamis (6/9/2023).

Seluruh terminal peti kemas yang dikelola oleh SPTP disebut akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing.
Hal itu akan memudahkan kontrol dan monitoring bagi SPTP selaku operator maupun perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa.

Dengan pengoperasian terminal peti kemas yang terstandar, diharapkan pelayanan peti kemas di Pelabuhan Ternate dan Merauke dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

"Kami juga akan membenahi aspek keselamatan dan kesehatan kerja, karena kita tahu pelabuhan adalah area yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, harapan kami tingkat kecelakaan kerja di Pelabuhan Ternate maupun Pelabuhan Merauke dapat ditekan seminimal mungkin sehingga dapat terwujud pelabuhan dengan kecelakaan nihil atau zero accident," lanjutnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate Rushan Muhammad menyebut pengoperasian Pelabuhan Ternate oleh PT Pelindo Terminal Petikemas harus mendorong pada perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, hal utama yang harus diwujudkan adalah penataan pelabuhan. Pelabuhan sebagai area yang terbatas harus bebas dari aktivitas pihak lain yang tidak ada kepentingan di dalamnya.

"Kami harap Pelindo dapat menata Pelabuhan Ternate menjadi lebih baik lagi. Harus diatur area di mana untuk penumpang, peti kemas, pedagang, ini semua harus diatur dengan baik, sehingga pelabuhan terlihat rapi, bersih, dan tertib," kata Rushan.

Pihaknya berpesan agar Pelindo dapat mengatur lalu lintas kendaraan yang keluar masuk di dalam area pelabuhan.
Selain itu, Rushan juga meminta kepada perseroan untuk menyiapkan tenaga keamanan yang memadai agar dapat menjaga sekaligus mengendalikan ketertiban di area pelabuhan.

Direktur Operasional PT Tanto Intim Line Arfan Hani menaruh harapan atas pengelolaan Pelabuhan Ternate dan Pelabuhan Merauke oleh PT Pelindo Terminal Petikemas.
Pihaknya menyebut masih perlu peningkatan terhadap kegiatan operasional pelayanan peti kemas di dua pelabuhan tersebut.

Arfan mencontohkan, kinerja bongkar muat di Pelabuhan Ternate berkisar antara 1 sampai 10 box per jam. Adapun untuk menangani 500 peti kemas yang masih membutuhkan waktu lebih dari 30 jam.
"Sama halnya dengan Pelabuhan Merauke, waktu untuk bongkar muat 300-350 box masih membutuhkan waktu lebih dari 30 jam," lanjut Arfan.

Bagikan artikel ini: