freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Stasiun Tanggung Grobogan Diusulkan Untuk Jadi Dry Port

9 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Stasiun tanggung

Stasiun Tanggung via heritage.kai.id

• Pemerintah Kabupaten Grobogan saat ini terus melakukan pengembangan untuk kawasan industri, salah satunya adalah melalui pengembangan sistem logistik daerah (Silogda) berbasis rel.

• Yang menarik adalah, salah satu stasiun yang masuk dalam list usul adalah, stasiun yang memiliki status sebagai stasiun tertua di Indonesia dan masih beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Grobogan saat ini terus melakukan pengembangan untuk kawasan industri, salah satunya adalah melalui pengembangan sistem logistik daerah (Silogda) berbasis rel. Dalam upaya pengembangan tersebut ada sebanyak 3 stasiun yang diusulkan untuk menjadi dry port atau gudang barang di sekitar stasiun.

Candra Yulian Pasha selaku Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan, mengatakan bahwa Urban Mobility Plan (UMP) Kedungserup akan mulai direncanakan.

Dalam perencanaan tersebut, sebagaimana dikatakan sebelumnya akan ada 3 stasiun yang diusulkan jadi dry port, diantaranya adalah Stasiun Tanggunghargo, Ngrombo, dan Kradenan.

”Ada pengembangan kawasan industri sekitar 1.279 hektare. Kalau banyak pabrik dan kami hanya mengandalkan angkutan jalan raya, betapa macetnya jalan kita ini. Sebenarnya Kabupaten Grobogan diuntungkan adanya jalur rel yang bisa digunakan sebagai angkutan logistik berbasis kereta api. Maka, kami usulkan untuk pembuatan dryport di sejumlah stasiun,” ungkapnya.

Yang menarik adalah, salah satu stasiun yang masuk dalam list usul adalah, stasiun yang memiliki status sebagai stasiun tertua di Indonesia dan masih beroperasi, yakni Stasiun Tanggung. Stasiun ini mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867.

“Di Bumi Ini Kami Bermula” tertancap kuat di kompleks stasiun tersebut.

Stasiun Tanggung merupakan stasiun dengan tipe 3, saat ini keberadaannya tidak lagi dituruni ataupun dinaiki penumpang. Eksistensinya memang hanya digunakan sebagai stasiun pemantau untuk kereta yang menggunakan jalur Solo-Semarang.

Dulunya Stasiun Tanggung menjadi stasiun untuk mengangkut barang hasil hutan (Perhutani) karena di sisi selatan stasiun terdapat KPH. Akan tetapi, saat ini rel yang menuju arah hutan sudah tidak ada lagi.

”Harapannya, stasiun ini diharapkan bisa dijadikan stasiun peti kemas, bisa untuk transit untuk antrean dari Pelabuhan Tanjung Mas (Jakarta-Surabaya). Sekaligus mengakomodasi distribusi barang dari dan keluar Kabupaten Grobogan. Mengakomodasi pertumbuhan industri di sini,” harapnya.

Bagikan artikel ini: