freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Menhub Beberkan Ada Peluang Baru Untuk Pelaku Usaha Logistik

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kegiatan usaha logistik

Budi Karya Sumadi, selaku menteri perhubungan menghimbau untuk semua pelaku usaha logistik dan forwarder, agar bisa mengambil peluang baru, demi mendukung pertumbuhan ekonomi logistik nasional, di tengah masa pandemi covid 19 yang sampai kini masih kita dijalani.

Menurut penuturan Menteri Perhubungan, investasi sektor logistik dan industri di Asia Pasifik saat ini masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

“Terlebih lagi dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke wilayah Asia Pasifik. Salah satu peluang baru yang mengemuka adalah distribusi produk kesehatan. Selain menjadi kebutuhan, juga menjadi pemicu dalam kegiatan ekonomi,” beber Budi Karya dalam acara pembukaan Rakernas Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics & Forwarders Association (ALFI/ILFA) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 27 Oktober 2021.

Hingga kuartal ke 3 tahun 2021, diketahui pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia memang terus menunjukkan tren positif, hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh menteri perhubungan. Jadi, meskipun kini semua sektor industri tengah diterpa badai pandemi, namun industri jasa logistik masih mampu bertahan, karena mereka memiliki keterkaitan interaksi business to customer, custommer to customer.

“Distribusi komoditas justru mengalami peningkatan di masa pandemi hingga 70 persen dengan posisi angkutan barang sebanyak 35,8 juta,” ujarnya.

Budi Karya juga menjelaskan bahwa pemerintah juga melakukan upaya bertahap demi memperbaiki kinerja logistik nasional, dan hal itu kini sudah mulai terlihat hasilnya.

Pada tahun 2016 lalu diketahui bahwa Indonesia berada di peringkat 63 pada indeks kinerja logistik, kemudian di tahun 2018, peringkatnya naik jadi ke 48, dengan indeks LPI mencapai 3,15 atau bisa dikatakan sebagai yang tertinggi dalam kurun 1 dekade terakhir.

“Capaian ini masih harus terus ditingkatkan dengan memanfaatkan peluang-peluang baru, percepatan dan pemerataan konektivitas infrastruktur transportasi, serta peningkatan kualitas SDM transportasi, yang dapat mendorong upaya alih teknologi dan lahirnya ekonomi kreatif, serta perbaikan dan penataan ekosistem. Untuk mewujudkan ini, tentunya membutuhkan sinergi bersama,” kata Menhub.