freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

INFO INDUSTRI

Simak, Jenis-jenis Bisnis Freight Forwader untuk Pegiat Ekspor Impor

20 Januari 2023

|

Penulis :

Freightsight Researcher

jenis-jenis freight forwader

Rantai pasokan logistik tak lepas dari istilah freight forwarding. Istilah ini merujuk pada sebuah jasa pengurusan transportasi atau pengiriman barang yang dilakukan secara menyeluruh. Perusahaan yang memberikan jasa ini biasa dikenal dengan freight forwarder. Dalam kegiatan ekspor impor pasti selalu melibatkan banyak pihak di dalamnya. Salah satu yang terlibat adalah freight forwarder.

Secara sederhana, freight forwarder memberikan pelayanan pelanggan yang ingin mengirimkan barang ke tempat tujuan, baik dalam maupun luar negeri. Pengiriman yang dilakukan bisa melalui darat, laut, dan udara. Lebih dari pengiriman barang, masih banyak lagi tugas dan jenis usaha yang dijalankan freight forwarder.

Tentang Freight Forwarding

Freight forwarding adalah sebuah usaha di bidang jasa pengurusan transportasi guna mengurus semua kegiatan yang dibutuhkan berkaitan dengan pengiriman atau penerimaan barang ekspor dan impor. Jasa ini ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik usaha, baik perusahaan besar maupun usaha kecil.

Para freight forwarder bertugas untuk mengurus segala kegiatan yang dibutuhkan kliennya dalam pelaksanaan pengiriman, pengangkutan, hingga penerimaan barang. Freight forwarder juga yang memastikan dan bertanggungjawab barang-barang kliennya sampai pada pihak penerima dengan selamat. Rincian tugas perusahaan freight forwarding antara lain sebagai berikut:

  1. Pemilihan rute dan moda pengiriman, melalui laut, darat, atau udara.
  2. Pengurusan dan penerbitan dokumen.
  3. Mengurus hal yang berkaitan dengan bea cukai.
  4. Melakukan pengiriman barang dari pelabuhan penerimaan ke pelabuhan tujuan.
  5. Memastikan barang sampai di tujuan dengan selamat.
  6. Melakukan penyimpanan barang di warehouse atau gudang guna disimpan sementara.
  7. Membayar berbagai biaya yang berkaitan dengan biaya pengiriman.
  8. Penerimaan barang dari pihak pengangkut.
  9. Penerimaan dan penghitungan bill of lading.
  10. Melakukan penyerahan barang ke penerima barang dan juga mendistribusikannya sesuai permintaan dari penerima barang.

Selain yang disebutkan di atas, freight forwarder juga bertanggung jawab atas pembayaran pajak. Adapun jenis pajak yang dikenakan, yaitu PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Ketentuan pajak freight forwarding bisa dilihat secara detail pada PMK 75/2010 s.t.d.t.d PMK 121/2015.

Namun demikian, freight forwarder bukan hanya bertanggung jawab atas pembayaran PPN saja, tetapi juga PPh (Pajak Penghasilan). Ketentuan mengenai PPh pada jasa freight forwarding juga dijelaskan lengkap pada PMK 141/2015.

Jenis-jenis Bisnis Freight Forwader

Dalam dunia ekspor impor, freight forwarder dikenal memiliki 3 kategori atau jenis berbeda. Berikut jenis-jenis dan perbedaannya:

1. Forwarder Internasional

Perusahaan freight forwarding jenis ini termasuk dalam kategori teratas atau kelas A. Sebab, track recordnya sudah dikenal baik dan sudah dinilai profesional, serta dapat menjalankan jasa pengurusan barang hingga ke luar negeri. Jasanya sudah banyak digunakan dan dipercayakan oleh para eksportir dan importir besar.

Pelayanan yang diberikan sudah lengkap dan bisa memenuhi banyak kebutuhan klien. Beberapa keuntungan bagi klien yang menggunakan jasa freight forwarder internasional, yaitu:

  • Dapat menerbitkan FIATA B/L (FIATA Bill of Lading).
  • Memiliki koneksi luas hingga jaringan internasional.
  • Sarana dan prasarana sudah lengkap dan memadai.
  • Memiliki tenaga ahli dalam bidang pengurusan dan pengangkutan barang.
  • Banyak pengalaman atau profesional.
  • Biaya pengangkutan barang relatif lebih murah.
  • Selalu membayar klaim ganti rugi.

2. Forwarder Domestik

Selanjutnya ada jenis bisnis forwarder domestik yang termasuk dalam kategori forwarder kelas B. Cakupan wilayahnya sebetulnya nyaris serupa dengan forwarder internasional dan juga bisa mengirimkan barang ke luar negeri. Namun, tidak semua wilayah, melainkan hanya beberapa wilayah saja. Hal ini disebabkan karena agen atau mitra yang dimiliki forwarder domestik tidak sebanyak mitra forwarder internasional atau forwarder kelas A.

Selain itu, perbedaan lainnya ada pada penerbitan FIATA B/L. Forwarder domestik belum memiliki hak penuh dalam penerbitan dokumen tersebut, seperti yang bisa diterbitkan oleh forwarder internasional.

3. Forwarder Lokal

Jenis bisnis forwarder lainnya ada forwarder lokal yang dikategorikan sebagai forwarder kelas C. Disebut lokal, karena dalam melaksanakan kegiatannya sebagai jasa pengurusan dan pengiriman barang, forwarder lokal hanya dapat mengirimkan barang dalam cakupan lokal. Artinya, forwarder lokal tidak bisa mengirimkan barang di luar atau melampaui batas negara forwarder tersebut berada.

Misalnya, forwarder lokal berasal dari Indonesia, maka hanya bisa mengirimkan barang di cakupan wilayah Indonesia saja. Mengapa demikian? Sebab, forwarder ini belum memiliki agen atau mitra kerjasama di luar negeri.

Itulah beberapa jenis bisnis freight forwarding yang perlu diketahui. Bisa dikatakan, peranan jasa freight forwarding sangat mempermudah para eksportir dan importir dalam proses pengiriman barang, khususnya pengiriman lintas batas negara. Freight forwarder sangat berperan besar dalam aktivitas ekspor impor ini karena memunculkan berbagai keuntungan.

Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan jasa freight forwarder untuk pengiriman barang. Di antara keuntungan itu adalah lebih efisien, cepat sampai, dan harga relatif murah dibandingkan pengiriman biasa.

Apalagi untuk pengiriman barang ke luar negeri, segala urusan pengiriman barang berikut dokumen yang diperlukan, freight forwarder yang bertanggungjawab mengurusnya. Sehingga, perusahaan atau klien cukup fokus dengan mengedepankan strategi bisnis dan marketing saja.

Namun, semua keuntungan yang disebutkan bisa Anda dapatkan apabila memilih freight forwarder yang tepat dan terbukti kredibilitasnya. Perusahaan freight forwarding yang stabil akan memiliki jaringan dan pengalaman yang kuat dalam menjalankan bisnisnya. Tentu saja hal ini akan lebih menguntungkan, karena bukan hanya membantu mendapatkan biaya pengiriman terbaik, tetapi juga memastikan barang datang tepat waktu tanpa adanya masalah berarti.

Bagikan artikel ini: