freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN LAUT

TPK Sorong Kini Resmi Beroperasi 24 jam Non Stop

2 Desember 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via ekonomi.bisnis.com

TPK Sorong akan berlangsung selama 24 jam sehari.

Pengaturan waktu kerja baru di TPK Sorong ini pun juga perlu disampaikan kepada para pemangku kepentingan.

Operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong di Provinsi Papua Barat segera berlangsung selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong Jece Julita Piris ketika ditemui di kantornya.

Menurutnya, operasional TPK Sorong ini tentu perlu disesuaikan mengingat semakin meningkatnya arus barang yang masuk ke Kota Sorong dan sekitarnya. Dengan demikian, Jece sudah mengeluarkan surat edaran Nomor:UM.003/22/10/KSOP.SRG-2022 tanggal tentang Penetapan Jam Kerja Bongkar Muat Peti Kemas 24/7 (24 Jam / 7 Hari) di TPK Sorong.

“Sebagian besar komoditas utama untuk kebutuhan masyarakat masuk melalui TPK Sorong, sehingga terminal harus siap kapanpun kapal masuk untuk segera dilakukan kegiatan bongkar muat,” terang Jece, Selasa (29/11/2022).

Pengaturan waktu kerja baru di TPK Sorong ini pun juga perlu disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Salah satu hal yang bisa menjadi perhatian bagi KSOP yaitu jam kerja di hari Minggu yang selama ini sudah ditetapkan sebagai hari libur untuk beribadah. Dengan demikian, Jece juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait demi bisa menyampaikan penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong.

“Ada pengaturan bagi pekerja agar tidak mengganggu waktu ibadah, bisa dilakukan secara bergilir atau bergantian dengan pekerja lain, tidak ada kewajiban untuk bekerja bagi yang beribadah di hari Minggu, termasuk juga bagi mereka yang beribadah di hari Jumat,” urainya.

Kepala Perusahaan Pelayaran PT SPIL Cabang Sorong Faizal Arifin menyambut dengan baik penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong. Menurutnya, penyesuaian waktu kerja tersebut juga akan berdampak pada operasional kapal. Bagi pelayaran, semakin cepat kegiatan bongkar muat dilakukan semakin cepat kapal berlayar. Dengan penyesuaian waktu kerja, hal ini pun diharapkan kegiatan bongkar muat kapal bisa dilakukan sesaat setelah kapal sandar di dermaga terminal.

“Optimalisasi waktu kerja diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat, sehingga proses distribusi barang bisa lebih cepat. Dengan proses bongkar-muat yang optimal maka port stay kapal bisa lebih cepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan call/kedatangan kapal di TPK Sorong,” kata Faisal.

Di samping itu, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra mengatakan pihaknya mendukung rencana penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong. Sebagai operator terminal, pihaknya juga siap setiap saat mewujudkan kelancaran arus logistik di Kota Sorong dan sekitarnya. Widyaswendra menyebut bahwa penetapan waktu kerja di TPK Sorong sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan di Indonesia Timur.

“Jika kapal dapat segera melakukan kegiatan bongkar muat, maka hal itu akan memberikan efisiensi bagi pelayaran, karena port stay mereka berkurang, dengan demikian diharapkan ongkos logistik lebih kompetitif," pungkasnya.