freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN LAUT

Proyek Tol Laut demi Dukung Inisiasi One Belt One Road

23 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Tol Laut

Ilustrasi Tol Laut via kompas.com

OBOR oleh Pemerintah China berusaha menghidupkan inisiatif perdagangan jalur sutera bertujuan membuat koneksi perdagangan ke seluruh dunia.

Proyek tol laut belum maksimal karena tidak ada komoditas atau content cukup besar untuk diperdagangkan ke daerah lain atau diekspor ke negara lain.

Inisiasi One Belt One Road (OBOR) oleh Pemerintah China berusaha menghidupkan inisiatif perdagangan jalur sutera bertujuan membuat koneksi perdagangan ke seluruh dunia menjadi lebih mudah adalah suatu inisiatif harus disambut baik oleh pemerintah Indonesia.

Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif dengan mengembangkan tol laut bertujuan membuat distribusi barang menjadi efisien di Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri lebih dari 17.000 pulau. Selama kurang lebih delapan tahun proyek besar tol laut telah diterapkan, tetapi hasilnya belum maksimal.

Pelabuhan dibangun masif dan besar-besaran, tetapi kapal-kapal besar jarang datang karena produk komoditas bisa diantar begitu sedikit. Seandainya ada produk komoditas bisa dibawa, tetapi pulangnya kapal itu kosong karena tidak ada produk dari daerah tersebut dapat dibawa pulang untuk diperdagangkan ke daerah lain.

Dengan demikian, proyek tol laut belum maksimal karena tidak ada komoditas atau content cukup besar untuk diperdagangkan ke daerah lain atau diekspor ke negara lain. Dengan demikian, kegiatan import-ekspor dengan negara lain menjadi tidak efisien karena perlu melalui pelabuhan besar Jakarta atau Surabaya dipindah ke kapal-kapal kecil menuju daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diperlukan inisiasi kerja sama merangkul banyak pihak sehingga infrastruktur dibangun seperti container perlu didukung oleh adanya content yang dapat diperdagangkan.

Perlu dibangun kawasan-kawasan industri di seluruh Indonesia demi menciptakan content komoditas tersebut. Contohnya, kawasan industri Jababeka di Cikarang menciptakan 1 juta tenaga kerja, 2000 lebih perusahaan multinational dari 20 negara dan GDP di Jababeka Cikarang yaitu USD 35 miliar atau USD 35.000 per capita per tahun jika dibandingkan RI USD 4000 per capita.

Dengan adanya kawasan-kawasan industri baru tentu muncul industri-industri baru sehingga tercipta content yang signifikan untuk diperdagangkan ke daerah lain. Dengan demikian, perlu CCN model baru, yaitu communication, connection dan networking demi menggantikan CCN model lama yaitu corruption, collution dan nepotism. Dengan adanya CCN model baru yang melibatkan multi negara, seperti China, Korea, Jepang dan negara-negara lainnya maka koneksi antar daerah menjadi nyata kemudian proyek tol laut dapat terwujud demi mendukung proyek besar One Belt One Road.

PT Jababeka telah berpengalaman lebih dari 30 tahun membangun kawasan industri cikarang, West Java sebesar 5.600 Ha dulunya adalah tanah tidak produktif menjadi lokasi berkembangnya perusahaan multinational. Di samping itu, PT. Jababeka membangun kawasan industri Kendal, Central Java bekerjasama dengan Sembcorp, Singapura dan Kawasan ekonomi khusus di Tanjung Lesung, West Java, maupun di Morotai.

Kawasan Ekonomi Khusus Morotai begitu strategis karena ada di tengah lalu lintas perdagangan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Taiwan dan China. Sekarang kawasan ekonomi khusus Morotai bisa dilirik sebagai inisiatif membangun content di Indonesia Timur relatif tertinggal dari daerah lain di Indonesia, tetapi sebenarnya memiliki potensi alam luar biasa melimpah dan posisi strategis.

Dengan demikian, perlu dibentuk forum akademisi dan kaum intelektual dapat mempengaruhi dan memberikan masukan kepada pemerintah Beijing atau Jakarta. Juga negara-negara lain ingin investasi di Indonesia memanfaatkan sumber daya alam Indonesia dengan tenaga kerja muda berlimpah juga pasar domestik tumbuh dengan pesat.

Diharapkan dengan adanya tim khusus akan memberikan usulan, masukan dan saran kepada Pemerintah China dan Pemerintah Indonesia sehingga mampu memberikan insentif-insentif khusus kepada para industri. Dengan demikian, industri bertumbuh dan para investor tertarik berinvestasi pada kawasan ekonomi khusus dengan insentif khusus pula.