freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PELABUHAN

Menhub Dukung Peningkatan Distribusi Logistik Kuala Tanjung ke KEK Sei Mangkei

27 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dokumentasi via pelitanusantara.com

Dalam upaya meningkatkan kelancaran distribusi logistik dari Pelabuhan Kuala Tanjung ke KEK Sei Mangkei maupun sebaliknya, Menhub mengatakan pada bulan depan akan menargetkan angkutan kereta api mulai beroperasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terus mendorong produktivitas Pelabuhan Kuala Tanjug agar dapat mendorong optimalisasi pelayanan distribusi logistik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. “Pelayanan Pelabuhan Kuala Tanjung untuk KEK Sei Mangkei sudah terjadi dan akan terus kita tingkatkan. Kita ingin memastikan Pelabuhan yang sudah dibangun ini terbukti dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Menhub saat meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei, Sabtu (24/9/2022).

Menhub menyebutkan, dalam dua tahun ke depan akan dibangun 10 pabrik di KEK Sei Mangkei yang diharapkan akan semakin mendorong peningkatan produktivitas di Pelabuhan Kuala Tanjung. Untuk itu, Menhub meminta pengelola Pelabuhan Kuala Tanjung bersiap meningkatkan pelayanan kepelabuhanan. “Sei Mangkei dan Kuala Tanjung saling melengkapi. Jika produktivitas Sei Mangkei meningkat maka produktivitas pelabuhan pun juga akan bertambah,” ucapnya.

Dalam upaya meningkatkan kelancaran distribusi logistik dari Pelabuhan Kuala Tanjung ke KEK Sei Mangkei maupun sebaliknya, Menhub mengatakan pada bulan depan akan menargetkan angkutan kereta api mulai beroperasi.
“Menggunakan kereta api akan lebih efisien dan cepat dibandingkan lewat jalur darat yang lebih padat. Dengan kereta api dari Kuala Tanjung ke Sei Mangkei tidak lebih dari 30 menit.” tuturnya.

Menhub menjelaskan, pihaknya bersama Menteri Investasi akan mengundang sejumlah stakeholder untuk menyampaikan rencana kerja Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei pada tahun 2023 mendatang dengan capaian produktivitas yang meningkat. “Sumut adalah daerah yang memiliki banyak potensi, terutama CPO dan Kelapa Sawit. Saya dengar Inalum juga akan melakukan investasi di sini. Dengan sinergi Pelindo dan Inalum ini diharapkan dapat semakin menggeliatkan produktivitas Pelabuhan Kuala Tanjung,” papar Menhub.

Menhub juga meminta sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, seperti Pelindo, Pemda, TNI/Polri, pengelola KEK Sei Mangkei, dan unsur terkait lainnya. Diharapkan kapasitas kegiatan di KEK Sei Mangkei terus meningkat dari capaian saat ini sebesar 23 persen menjadi 50 persen pada tahun 2024.

Pemerintah akan terus melakukan pengembangan integrasi multimoda guna meningkatkan mobilitas barang dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Integrasi dilakukan dengan jalur kereta api barang yang menghubungkan Sei Mangkei, Kuala Tanjung, dan Belawan. Tahap I Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yakni Kuala Tanjung Multipurpose Terminal telah beroperasi. Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo ini dilengkapi dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m.

Selain itu, telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi sehingga dapat meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat. Pelabuhan ini diharapkan menjadi transshipment port, yang disinggahi kapal-kapal besar dari sejumlah negara.
Turut hadir dalam peninjauan, Bupati Batu Bara Ir. Zahir, Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha, dan Direktur Pengelola PT Pelindo Putut Sri Muljanto.