freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN LAUT

Luhut Katakan Aktivitas Logistik Nasional Miliki Tantangan Berat Karena Kendala Infrastruktur

22 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Luhut

Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi

• Kegiatan logistik nasional kemungkinan akan hadapi tantangan berat sebab terganggunya beberapa infrastruktur.

• Belum pulihnya kondisi negara-negara di dunia dari serangan pandemi Covid, serta terjadinya kemacetan parah di beberapa pelabuhan utama dunia, pada akhirnya membuat kegiatan logistik menghadapi berbagai macam kendala.

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyampaikan bahwa aktivitas logistik nasional kemungkinan akan mendapatkan tantangan yang terbilang cukup berat.

Lebih lanjut Menko Luhut menyampaikan bahwa saat ini memang terdapat sejumlah kendala infrastruktur sehingga hal ini tentunya akan berpengaruh pada operasional logistik.

“Sektor atau aktivitas logistik di Indonesia saat ini mengalami tantangan yang berat. Mengingat wilayah geografis yang kita miliki masih ada sejumlah kendala di berbagai daerah,” Kata Menko Luhut dalam Program Economic Outlook IDX Channel, Rabu (15/12/2021).

Menko Luhut juga mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada, untuk biaya logistik terhadap PDB Indonesia sebesar 24 persen telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu yang tertinggi di ASEAN.

“Salah satu penyebabnya adalah tingginya inefisiensi yang terjadi, termasuk akibat rendahnya kualitas pelabuhan serta praktik pungutan liar yang terjadi di pelabuhan kita,” paparnya.

Keadaan tersebut mendapatkan tekanan tambahan karena pandemi Covid-19 yang menimbulkan dampak terganggunya sistem logistik akibat adanya pembatasan kegiatan, demi bisa menekan angka penularan Covid-19.

“Hal tersebut disebabkan oleh aktivitas pelabuhan yang masih sangat bergantung terhadap kehadiran tenaga kerja serta kebijakan lockdown yang membuat pasokan menjadi terhambat,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, lalu lintas barang yang juga sangat padat dan kapasitas pelabuhan yang sampai kini masih belum bisa sepenuhnya pulih menyebabkan adanya kemacetan kapal terjadi di beberapa pelabuhan utama dunia.