freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PELABUHAN

Jadi Basis Ekonomi Logistik, Pelabuhan Jangkar Situbondo Diperluas

24 Januari 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan Jangkar Situbondo

via mataram.pikiran-rakyat.com

  • Perluasan pelabuhan Jangkar Situbondo bisa menjadi basis ekonomi baru dalam hal pengiriman logistik.

Komisaris Utama PT Pelayaran Nasinal Indonesia (PT Pelni), Ali Maskur Musa menyebut pengembangan akses pelayaran dari Pelabuhan Jangkar Situbondo ke Indonesia bagian timur bisa menjadi basis ekonomi baru.

”Ada beberapa pertimbangan, pertama mengenai suplai barang dan ketersedian barang di Situbondo dan wilayah di sekitarnya. Ini juga menjadi basis ekonomi baru dalam hal pengiriman logistik,” ujar Ali Maskur Musa pada Senin (23/1/2023).

Selain itu, kata dia pengiriman logistik dari Pelabuhan Jangkar menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga bisa berlangsung lebih cepat serta meningkatkan efisiensi waktu bisa tiga hingga empat jam dibandingkan lewat Banyuwangi. Bahkan, kata Ali Masykur, Pelabuhan Jangkar selama ini melayani angkutan laut dari Situbondo ke Sumenep, sebenarnya kapal sejenis Roro sudah bisa bersandar sejak dibangunnya dermaga gerak (movanle bridge/MBII).

"Dengan demikian pengangkutan kendaraan maupun barang dari Pelabuhan Jangkar, saya rasa sudah tidak ada halangan lagi,”ucapnya Ali Maskur. Dia melakukan survei ke Pelabuhan Jangkar karena melihat frekuensi perdagangan dari Situbondo ke Bali, NTB dan NTT sangat tinggi. Ia melihat jalur darat Situbondo-Banyuwangi, terutama di jalur pantura kawasan Hutan Baluran, banyak kendaraan logistik yang mogok di jalan menanjak.

“Yang perlu dicari solusinya kan sebenarnya bagaimana memotong jalur perjalanan darat menjadi lewat laut. Ya melalui Pelabuhan Jangkar ini,” papar Ali Maskur.

Bupati Situbondo, Karna Suwandi memaparkan, perluasan penyeberangan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan, menurut Karena, beberapa waktu lalu sudah dilakukan uji coba pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Lembar NTB dan sebaliknya. “Kalau izin trayek sudah, jadi hanya tinggal pengoperasianya saja. Beberapa waktu lalu juga sudah uji coba di Jangkar-Lembar, Alhamdulillah lancar,” kata Bupati Karna Suwandi.

Secara terpisah, Ketua Komisi 1 DPRD Situbondo, Hadi Prianto mengapresiasi kepedulian Komisaris Utama PT Pelni dalam menyerap aspirasi masyarakat Situbondo. “Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemenuhan transportasi antar pulau. Mudah-mudahan harapan masyarakat Situbondo, PT Pelni bisa merealisasikan program Pemkab Situbondo serta pusat, bagaimana transportasi laut bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Sebelumnya pada Mei 2022 lalu, Bupati Situbondo, Karna Suwandi melepas keberangkatan perdana kapal feri KMP Parma Kalyani dari Pelabuhan Jangkar Situbondo, menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Lembar NTB hanya membutuhkan waktu sekitar 11 jam, sedangkan melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi bisa mencapai 13 jam.

Selain memangkas waktu perjalanan laut selama dua jam, kendaraan truk bermuatan berat khususnya dari arah Surabaya juga lebih hemat waktu melalui perjalanan darat melintasi jalur pantura hutan Baluran ke Pelabuhan Ketapang.