freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

EKSPOR

Indonesia Semakin Erat dengan Rusia Semenjak Target Ekspor Perikanan USD7, 13 Miliar

28 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dokumentasi via kuatbaca.com

Pemerintah Indonesia kembali mempererat jalinan hubungan bilateral dengan negara besar seperti Rusia.

Pihak Rusia menyampaikan bahwa Rusia punya teknologi satelit pengawasan kapal penangkap ikan.

Pemerintah Indonesia kembali mempererat jalinan hubungan bilateral dengan negara besar seperti Rusia yang memang kini sedang berperang melawan Ukraina. Indonesia melalui Kementerian Kelautan juga Perikanan mengupayakan bahwa penguatan kerja sama perdagangan produk perikanan dengan otoritas Rusia. Hal tersebut juga dilakukan untuk bisa meningkatkan nilai ekspor perikanan ke negara tersebut.

KKP di sini pun juga menargetkan bahwa nilai ekspor hasil perikanan meningkat hingga mencapai USD7,13 miliar pada tahun 2022 seiring dengan massifnya program terobosan yang ada.

"Indonesia memiliki komoditas perikanan unggulan yang dapat mengisi kebutuhan pasar perikanan Rusia seperti udang dan rumput laut”, ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar usai melakukan pertemuan bilateral dengan Russian Federal Agency For Fisheries, Ilya Shestakov, di sela-sela acara The V Global Fishery Forum & Seafood Expo Russia di Saint Petersburg, Jumat (23/9/2022) waktu setempat.

Antam di sini menerangkan bahwa dalam pertemuan bilateral tersebut pihaknya juga meminta kesepakatan penguatan kerja sama perdagangan produk perikanan dua negara bisa dikebut, sehingga ini dapat dilakukan penandatanganan dokumen di sela-sela kegiatan G20 di Bali pada November nanti.

Disamping itu, pihak Rusia, Shestakov juga menyampaikan bahwa Rusia punya teknologi satelit pengawasan kapal penangkap ikan. “Kami dapat jajaki kerjasama lebih lanjut terkait alih teknologi pengembangan satelit pengawasan karena sangat dibutuhkan dalam menerapkan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota”, ujarnya.

Di samping itu, Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Ishartini yang juga mendampingi kunjungan kerja ke Rusia tersebut tentu saja juga menyampaikan terkait upaya menggenjot ekspor produk perikanan ke Rusia. Ishartini di sini juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah menjadi salah satu pasar potensial untuk ekspor produk perikanan Indonesia.

Dalam kesempatan ini Delegasi KKP melakukan kunjungan ke salah satu unit pengolahan ikan yang memproduksi olahan ikan juga rumput laut. “Kami akan fasilitasi penjajakan peluang ekspor produk perikanan Indonesia yang dibutuhkan oleh industri perikanan Rusia” terang Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di sini pun ikut menginstruksikan jajarannya untuk bisa terus meningkatkan kinerja ekspor produk perikanan. Menteri Trenggono di sini pun juga terus mengembangkan komoditas unggulan demi bisa mendukung kinerja ekspor perikanan Indonesia.

Merujuk data yang telah dikumpulkan oleh EmitenNews.com dari berbagai sumber, PNBP perikanan tangkap sampai semester I-2022 sudah ada di angka Rp731,18 miliar rupiah. Angka tersebut juga melonjak drastis 111,8 persen bahkan hampir mendekati capaian sepanjang tahun 2021 784 miliar rupiah. Adapun target PNBP perikanan tahun 2022 dari KKP ini senilai Rp1,67 triliun.