freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

EKSPOR

Ekspor Biji-bijian dari Ukraina Sudah Dimulai Kembali sejak Harga Pangan Dunia Turun

8 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor Biji-bijian Ukraina

Ilustrasi Biji-bijian via kbknews.id

Harga pangan dunia turun drastis pada Juli, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang berbasis di Roma.

Setiap komponen indeks turun pada bulan Juli yang dipimpin penurunan 11,5 persen harga biji-bijian dan sereal.

Harga pangan dunia turun drastis pada Juli, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang berbasis di Roma pada Jumat (5/8/2022), saat kesepakatan mengizinkan pengiriman biji-bijian dari Ukraina juga penyesuaian rantai pasokan global membantu meringankan beberapa tekanan harga.

Indeks bulanan harga komoditas pangan ikut turun 8,6 persen pada Juli, penurunan satu bulan terbesar sejak tahun 2008, menurut data yang telah dirilis oleh FAO.

Penurunan tersebut mewakili tiga bulan berturut-turut indeks melemah, walaupun ini adalah pertama kalinya dalam periode tersebut penurunannya yang signifikan. Walaupun tren dari Juli, indeks masih saja 5,0 persen lebih tinggi dari awal tahun juga 13 persen di atas level dari tahun lalu.

Pada bulan April, indeks FAO mencapai level tertinggi karena memang kenaikan harga bahan bakar, perlambatan ekspor biji-bijian dari Rusia juga Ukraina yang ada di tengah konflik negara-negara tersebut serta masalah rantai pasokan lainnya.

Setiap komponen indeks turun pada bulan Juli yang dipimpin penurunan 11,5 persen harga biji-bijian dan sereal - komponen terbesar dalam indeks.

FAO juga mengatakan bahwa perkembangan positif sebagian terkait kesepakatan kunci untuk bisa membuka blokir pelabuhan Laut Hitam utama di Ukraina untuk memungkinkan ekspor biji-bijian dari negara tersebut, salah satu produsen biji-bijian utama dunia. Namun, harga biji-bijian dan sereal rupanya masih hampir 25 persen di atas level mereka dari 12 bulan lalu.

Menurut FAO, harga minyak nabati tersebut turun 19,2 persen, terendah dalam sepuluh bulan, dibantu kuota ekspor yang kuat untuk minyak kelapa sawit Indonesia. Harga susu juga turun 2,5 persen di tengah permintaan global lesu, sementara harga daging juga ikut turun 0,5 persen, penurunan pertama sejak tahun lalu.

Indeks Harga Pangan FAO didasarkan pada harga yang ada di seluruh dunia untuk 23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk yang berbeda jika dibandingkan dengan tahun dasar.